Tersangka Syaifuddin Ibrahim Masih Berada di Amerika, Kenapa Polri Masih Mikir-mikir Terbitkan DPO?

Pendeta Saefudin Ibrahim

POJOKSATU.id, JAKARTA- Bareskrim Polri masih terus berkordinasi dengan pemerintah setempat guna untuk mengetahui keberadaan jelas tersangka penistaan agama, Syaifuddin Ibrahim.


Tersangka sendiri diketahui tengah berada di Amerika Serikat, namun Amerika adalah negara yang luas, sehingga penyidik harus berkordinasi dengan pihak interpol setempat.

“Kita masih terus berkordinasi dengan pemerintah setempat, termasuk dengan interpol,” kata Kabag Penum Kombes Gatot Repli Handoko di Mebes Polri, Jakarta Selatan, Jumat (1/4/2022).


Namun saat ditanya, apakah penyidik akan menerbitkan Daftar Pencarian Orang (DPO) terhadap tersangka, Gatot sendiri belum bisa membeberkannya.

Pasalnya penyidik terlebih dulu masih berkordinasi dengan interpol setempat.

“(Penerbitan DPO) kita masih bekerjasama dengan lembaga pemerintah, ini kan Amerika luas,” ujarnya.

Bareskrim Polri telah menetapkan pendeta Syaifuddin Ibrahim sebagai tersangka kasus ujaran kebencian dan penistaan agama.

Penetapan tersangka itu sudah melalui gelar perkara yang dilakukan oleh penyidik tim Siber Bareskrim Polri.

“Sudah ditetapkan sebagai tersangka oleh penyidik Direktorat Siber,” kata Kadiv Humas Polri, Irjen Pol Dedi Prasetyo saat dihubungi, Rabu (30/3/2022).

Jendral bintang dua ini belum membeberkan secara detail, apakah yang bersangkutan akan dijemput paksa usai ditetapkan menjadi tersangka.

Mengingat saat ini keberadaan Syafuddin Ibrahim tengah berada di Amerika.

“Nanti ya disampaikan,” ujarnya.

Seperti diketahui, tayangan video yang menampilkan seseorang yang diduga pendeta bernama Saefudin Ibrahim meminta agar 300 ayat Alquran dihapus viral di media sosial.

Video yang berjudul “Pendeta Ini Usulkan Menteri Agama Hapus 300 Ayat Al-Quran: Teroris itu Datang dari Pesantren!” awalnya diunggah oleh akun youtube Saefudin Ibrahim. Namun usai viral video tersebut sudah tidak ada lagi di akun youtube Saefudin Ibrahim.

Meski sudah dihapus potongan video Saefudin Ibrahim itu sudah
tersebar luas melalui media sosial.

Dalam video tersebut Saefudin Ibrahim memuji kerja Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas yang mengedepankan toleransinya kepada kelompok minoritas di Indonesia.

“Dan inilah menteri agama yang saya kira menteri agam toleransi dan damai tinggi terhadap minoritas,” puji Saefudin Ibrahim dalam potongan video yang sudah viral.

Saefudin Ibrahim juga meminta agar Menag tidak sekadar mengatur azan, melainkan juga kurikulum yang ada di madasrah hingga perguruan tinggi yang berpotensi memunculkan paham radikal.

“Atur semua kurikulum yang ada di madrasah, sanawiyah, aliyah sampai perguruan tinggi. Sumber kekacawan itu bersumber dari kurikuum tidak benar. Bahkan kurikulum yang ada dipesantren pak, jangan takut untuk dirombak. Ganti semua kurikulumnya. Karena pesantren itu melahirkan kau radikal semua,” ujarnya.

Tak sampai di situ, ia juga menyarankan kepada Menag Yaqut untuk menghapus ratusan ayat Alquran yang dinilai memicu perilaku intoleransi hingga radikal.

“Bahkan kalau perlu pak, 300 ayat (Alquran) yang menjadi pemicu hidup intoleran, pemicu hidup radikal dan membenci orang lain karena beda agama, itu di-skip atau direvisi, atau dihapuskan dari Alquran Indonesia. Ini sangat berbahaya sekali,” jelas dia.

(fir/pojoksatu)