Lagi, Korban Dugaan Penipuan Robot Trading DNA Pro Lapor ke Bareskrim Polri, Kali Ini Rugi Rp73 Miliar

Juda Sitohang, kuasa hukum korban dugaan penipuan robot trading DNA Pro Academy usai melapor ke Bareskrim Polri, Jumat (1/4/2022) malam

Juda menyebut, ratusan korban itu telah bergabung menjadi nasabah dimulai sejak April hingga Januari 2022.

Mereka dijanjikan investasi yang fleksibel dan tidak dibatasi.

Dalam kasus ini, setidaknya ada 56 orang yang dilaporkan. Mayoritas dari mereka merupakan pejabat DNA Pro.

Di antaranya pendiri PT DNA, komisaris, direksi, founder, direksi utama, dan cofounder, leader dan top.


“Skema mereka ini menawarkan investasi dengan robot trading kemudian memberikan iming-iming kapan saja depositonya dapat diambil seketika, kapan penarikan, kapan bayar tanpa dibatasi. Sehingga para klien kami ini tertarik untuk memberikan investasi,” ujarnya.

Sebelumnya, seorang berinisial RD bersama 14 orang lainnya melayangkan laporan atas dugaan penipuan perusahaan robot tradin.

15 orang itu mengaku merugi hingga Rp7 miliar karena berinvestasi di DNA Pro. (fir/pojoksatu)