Lagi, Korban Dugaan Penipuan Robot Trading DNA Pro Lapor ke Bareskrim Polri, Kali Ini Rugi Rp73 Miliar

Juda Sitohang, kuasa hukum korban dugaan penipuan robot trading DNA Pro Academy usai melapor ke Bareskrim Polri, Jumat (1/4/2022) malam

POJOKSATU.id, JAKARTA – Korban dugaan penipuan robot trading kembali melapor ke Bareskrim Polri. Kali ini yang dilaporkan robot trading melalui aplikasi DNA Pro.


Dalam kasus ini, ada 242 orang yang menjadi korban penipuan. Mereka mengaku merugi hingga sebesar Rp73 miliar.

DNA Pro sebelumnya juga telah dilaporkan oleh korban lain ke Bareskrim Polri dengan nomor register B/185/IV/RES.2.1/2022/Dittipideksus.


Dengan begitu laporan ini nantinya akan digabungkan oleh penyidik.

“Kami di sini diberikan kuasa sebanyak 242 orang dengan kerugian Rp73 miliar lebih,” kata kuasa hukum korban DNA Pro Academy, Juda Sihotang dari LQ Indonesia Lawfirm di Bareskrim Polri, Jakarta Selatan, Jumat (1/4/2022).

Dalam laporan ini, pihaknya telah menyerahkan barang bukti kepada penyidik di antaranya nomor rekening pimpinan nasabah DNA Pro.

“Tadi kita hanya langsung menyerahkan berkas berserta bukti-buktinya dan saya serahkan semua nomor rekening mulai dari founder, co-founder, leader dari PT nasabah DNA, saat itu juga langsung diblokir semua,” jelasnya