Innalilahi, Guru TK Tewas Kecelakaan, Tubuhnya Hancur Terlindas Kontainer

kecelakaan di Pangkep
Ilustrasi

POJOKSATU.id, JATIM- Nasib nahas dialami seorang guru Taman Kanak-Kanak (TK) di Desa Surabayan Kecamatan Sukodadi Kabupaten Lamongan, Jatim.

Anik Arofah (56) tewas seketika usai ditabrak truk trailer pada Jumat, 25 Maret 2022.

Dengan kondisi yang sangat menegenaskan, sang guru tewas persis di hadapan anak kandungnya sendiri.

Peristiwa mengerikan itu terjadi di Jalan Raya Lamongan-Babat, turut desa setempat sekira pukul 19.30 WIB.


“Mereka tadi berboncengan dan terjatuh. Ternyata ibu dan anaknya,” tutur seorang warga di tempat kejadian perkara (TKP).

Saat itu korban dibonceng Flora Hanik (21) tahun, anak kandungnya naik Honda Supra S 4080 KS. Dia berjalan dari arah timur dengan kecepatan sekitar 30 kilometer per jam.

Sesampainya di TKP, motor yang dikendarai Flora Hanik menabrak sebatang kayu balok. Sejenis kayu yang biasa untuk mengganjal kendaraan besar sewaktu parkir.

Kemudian motor oleng dan akhirnya roboh, sekaligus kedua penumpangnya. Celakanya, saat terjatuh korban terlempar ke arah kanan atau tengah jalan.

Bersamaan itu, dari arah yang sama sedang melaju truk trailer nomor polisi L 8827 UZ dengan kecepatan sekitar 50 kilometer per jam.

Tak pelak, korban yang belum sempat bangun dari jatuhnya langsung terlindas.

Korban tewas seketika dengan tubuh hancur. Hanya kepalanya yang masih terlihat utuh. Karena sempat terseret hingga sejauh kurang lebih 50 meter.

Sedang anak korban hanya mengalami luka lecet. Demikian pula motor miliknya, tidak mengalami kerusakan berarti.

“Saya melihat dengan jelas ada motor di depan jatuh karena menabrak balok kayu. Saya juga sudah berusaha mengerem, tapi tetap saja tidak bisa menghindarinya,” kata sopir truk trailer, Sigit (37), asal Desa Kelak Kecamatan Rembang Kabupaten Rembang, Jawa Tengah, sebagaimana diberitakan dari ngopibareng.id, dikutip dari radartegal.com.

Melihat kejadian yang menimpa ibu kandungnya, kontan saja sang anak shock dan tak henti menangis.

Demikian juga suami korban yang segera datang ke TKP, kebetulan sedang bekerja di SPBU yang tidak jauh dari TKP, tidak mampu menahan tangisnya.

Anggota Satlantas Polres Lamongan dan petugas medis segera mengevakuasi mayat korban untuk dibawa ke rumah sakit. Sedang sang sopir dan kendaraannya diamankan.

“Setelah melakukan olah TKP, sopir truk akan dimintai keterangan atas kejadian itu,” kata Kasatlantas Polres Lamongan, AKP Aristianto, melalui Kasi Humas Polres Lamongan, Iptu Jinanto.

(dhe/pojoksatu)