Polisi Ungkap Penyebab Ketua DPRD DKI Laporkan RS Eka Hospital BSD

Prasetyo Edi Marsudi, Ketua DPRD DKI Jakarta.

POJOKSATU.id, SERPONG – Polsek Serpong Ketua DPRD DKI Jakarta Prasetyo Edi Marsudi melaporkan RS Eka Hospital.

Polsek Serpong menerima laporan dari Prasetyo Edi Marsudi terkait pelayanan tidak menyenangkan di rumah sakit elit tersebut.

BACA: Gara-gara Tes PCR, Anggota DPR Desak Dinkes Tindak Tegas RS Eka Hospital BSD

Laporan tersebut dibuat oleh politisi PDI Perjuangan itu pada Sabtu, (19/3) lalu.


Rencananya, polisi akan memanggil pihak Eka Hospital BSD unuk dimintai klarifikasi, pekan depan.

Kapolsek Serpong Komisaris Polisi Evarmon Lubis mengatakan Ketua DPRD DKI Jakarta Prasetyo Edi Marsudi melaporkan RS Eka Hospital terkait pelayanan yang tidak nyaman dan penagihan biaya perawatan putrinya secara paksa di areal parkir.

”Kasus ini sedang dalam pemeriksaan polisi,” kata Lubis saat dihubungi.

Dinkes Banten Tegaskan Tarif PCR Rp275 Ribu

Kepala Dinas Kesehatan (Kadinkes) Provinsi Banten dr Ati Pramudji Hastuti buka suara terkait dugaan bobroknya pelayanan dan mahalnya biaya tes PCR di RS Eka Hospital.

Tarif PCR di RS Eka Hospital menurut Prasetyo Edi Marsudi yakni Rp675 ribu. Tarif itu lebih tinggi dari harga PCR yang ditetapkan pemerintah.

Menurut dr Ati, biaya untuk tes PCR Covid 19 sebagaimana yang ditetapkan oleh pemerintah, berdasarkan SE Dirjen Yankes HK.02.02/1/3843/2021 adalah Rp275 ribu.

”Tarif tertinggi PCR Covid untuk wilayah Jawa dan Bali adalah sebesar Rp275 ribu,” tegas dr Ati kepada INDOPOS (jaringan Pojoksatu.id) pada Kamis (24/3/2022).

Ati mengatakan, jika ada fasiliats kesehatan yang mengenakan tarif pelayanan tes PCR Covid lebih dari ketentuan yang telah ditetapkan sesuai SE, maka Dinkes Kabupaen/Kota wajib melakukan pembinaan.

”Terkait mahalnya tarif tes PCR di Eka Hospital sebagaimana yang dikeluhkan oleh ketua DPRD DKI Jakarta, nanti saya akan sampaikan kepada dinas Kesehatan Kota Tangsel untuk ditindaklanjuti dan dilakukan pembinaan,” katanya.

Sementara itu, Direktur RS Eka Hospital BSD Anton saat dikonfirmasi, Selasa (22/3/2022) lalu, terkait laporan Ketua DPRD DKI Jakarta ke polisi tidak bersedia memberikan penjelasan.

“Saya tak punya hak untuk mengkomentari perihal tersebut,“ singkatnya. (yas/indopos/pojoksatu)