Eka Hospital BSD Dipolisikan Ketua DPRD DKI, Pengamat: Masa Iya Rumah Sakit Elit Nagihnya Mirip Debt Collector

Eka Hospital BSD Serpong. (DokIndopos).

POJOKSATU.id, JAKARTA – Pengamat kebijakan publik Adib Miftahul menanggapi langkah Ketua DPRD DKI Jakarta Prasetyo Edi Marsudi yang melaporkan Rumah Sakit (RS) Eka Hospital BSD Serpong ke polisi.

Edi Prasetyo melaporkan Eka Hospital BSD atas dugaan bobroknya pelayanan rumah sakit elit tersebut.

BACA: Dicegat Satpam, Ketua DPRD DKI Jakarta Polisikan RS Eka Hospital BSD

Selain itu, penagihan yang dilakukan Eka Hospital BSD dianggap mirip debt collenctor.


Adib menilai pelayanan dan penagihan yang dilakukan RS Eka Hospital diduga tak sesuai standar operasinal prosedur (SOP), sehingga Edi Prasetyo melaporkan ke polisi.

“Kalau yang complaint orang biasa cenderung tak dianggap. Masa iya rumah sakit elit model nagihnya mirip debt collector gitu,” ujar Adib, kepada INDOPOS (jaringan Pojoksatu.id), Kamis (24/3/2022).

Menurut Adib, soal kesehatan jangan melulu fokusnya pada bisnis atau mencari untung.

“Ini yang banyak dilakukan oleh rumah sakit, sehingga kental sekali kalau sakit ya harus duit. Jangan lupa ada sisi kemanusiaan di sana,” cetus akademisi ini.

Adib menambahkan, pelayanan kesehatan ada prosedur yang tak harus baku demi situasi yang perlu pelayanan cepat.

“Ada unsur kemanusiaan dalam pelayanan rumah sakit jangan hanya fokus profit melulu,” tuturnya.

Sebelumnya diberitakan, Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) DKI Jakarta Prasetyo Edi Marsudi melaporkan RS Eka Hospital BSD Serpong di Central Business District Lot. IX, Jalan Boulevard BSD Tim, Lengkong Gudang, Kecamatan Serpong, Kota Tangerang Selatan, Provinsi Banten ke Kepolisian Sektor (Polsek) Serpong.

Rumah sakit swasta tersebut dipolisikan terkait pelayanan yang kurang nyaman dan penagihan biaya perawatan putrinya secara paksa oleh security dan costomer care di areal parkir mirip debt collector.

Kepala Kepolisian Sektor (Kapolsek) Serpong Komisaris Polisi Evarmon Lubis membenarkan Ketua DPRD DKI Jakarta Prasetyo Edi Marsudi melaporkan RS Eka Hospital terkait pelayanan yang tidak nyaman dan penagihan biaya perawatan putrinya secara paksa di areal parkir.

”Kasus ini sedang dalam pemeriksaan polisi,” kata Lubis, saat dihubungi.

Sementara itu, Direktur RS Eka Hospital BSD Anton saat dikonfirmasi, Selasa (22/3/2022) lalu, terkait laporan Ketua DPRD DKI Jakarta ke polisi tidak mau berkomentar.

“Saya tak punya hak untuk mengkomentari perihal tersebut,“ singkatnya. (yas/pojoksatu)