Safrudin Bima: Keluhan Nakes Kota Bogor Jangan Dibiarkan Berlarut-larut!

Ketua Komisi I DPRD Kota Bogor, Safrudin Bima.

POJOKSATU.id, BOGOR – DPRD Kota Bogor melalui Komisi I dan Komisi IV memanggil Dinas Kesehatan (Dinkes), Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM), dan Bagian Hukum, Rabu (23/3/2022).

Ketiga instansi itu dipanggil untuk membahas permasalahan dan keluhan nakes Kota Bogor yang tidak mendapatkan tunjangan kinerja (tukin), seperti ASN di instansi lain.

BACA: Sekda Perintahkan Dinkes Simulasi Tukin Nakes Kota Bogor

Rapat gabungan Komisi I dan Komisi IV tersebut dipimpin langsung oleh Ketua DPRD Kota Bogor, Atang Trisnanto.


Ketua Komisi I DPRD Kota Bogor Safrudin Bima menegaskan, Dinkes dan BKPSDM harus segera melakukan penyesuaian penghasilan nakes Kota Bogor.

“Intinya kami meminta secepatnya Dinkes dan BKPSDM agar segera melakukan penyesuaian dan melakukan upaya-upaya yang diperlukan dalam mengatasi masalah tersebut,” tegas Safrudin.

Politisi Partai Amanat Nasional (PAN) ini menegaskan keluhan nakes yang tidak mendapatkan tukin tak boleh berlarut-larut.

“Ini harus segera diatasi, tidak boleh dibiarkan berlarut-larut, jangan sampai menimbulkan kegaduhan susulan akibat adanya ketimpangan (penghasilan) tersebut,” tegas Safrudin.

BACA: DPRD Kota Bogor Perjuangkan Tukin Nakes, Panggil Dinkes, BKPSDM Dan Bagian Hukum

Safrudin menambahkan, Dinkes dan BKPSDM harus memberikan keadilan kepada nakes yang selama ini menjadi ujung tombak penanganan Covid-19.

“Asas keadilan dan proporsionalitas harus menjadi dasar pijakan. Perhatian yang adil dan fair kepada nakes yang telah berjuang di garis depan selama ini di masa pandemi harus menjadi pertimbangan,” tandas Safrudin.

Kepala Dinkes Kota Bogor, dr Sri Nowo Retno MARS yang ditemui usai rapat gabungan tak bersedia memberikan pernyataan.

Retno menyarankan agar masalah yang dibahas dalam rapat gabungan ditanyakan langsung kepada Ketua DPRD Kota Bogor atau Kepala BKPSDM.

“Ke Pak Ketua (DPRD) aja atau Pak Kaban,” ucap Sri Nowo Retno seraya berlalu. (adi/one/pojokbogor)