Ada Gerakan Kelompok Teroris di Media Sosial, Medsosnya Langsung Terhubung ke Jaringan ISIS di Suriah

terorisme
Ilustrasi

POJOKSATU.id, JAKARTA- Mabes Polri pastikan 5 kelompok teroris yang ditangkap di beberapa lokasi, mulai dari Jakarta Barat, Lampung, Tangerang Selatan, Kabupaten Kendal dan Jawa Tengah tak masuk dalam kelompok JI dan JAD.


Melainkan 5 teroris yang ditangkap itu merupakan kelompok teroris media sosial.

Mereka para tersangka kerap menyebarkan informasi di media sosial yang berisi propaganda ISIS.


“5 kelompok teroris bukan masuk masuk kelompok JI atau JAD. Mereka masuk dalam kelompok media sosial kadi Kelompok teroris media sosial,” kata Kepala Biro Penerangan Masyarakat Divisi Humas Polri Brigjen Ahmad Ramadhan di Mabes Polri, Kamis (24/3/2022).

Brigjen Ramadhan mengungkapkan, dari pemeriksaan 5 teroris juga tergabung dalam grup ‘Annajiyah Media Centre’ yang berfungsi menyebarkan poster-poster digital dan video terkait propaganda.

Tak hanya itu, kata Ramadhan, para teroris ini juga memiliki kelebihan dalam mengedit video-video di grup medsosnya yang langsung terhubung medsos kelompok ISIS di Suriah.

“Para tersangka sebagai editor media chanel Annajiah. Ada juga pemilik akun instagram info akhir jaman yang memposting poster maupun video daulah,” ujarnya.

“Medsos mereka ini terhubung dari kelompok ISIS di Suriah. Aktif menerima bahan-bahan dan diterjemkan ke bahasa Inggris serta disebarkan melalu medsos di Indonesia,” tegasnya.

Sebelumnya Detasemen Khusus (Densus) 88 Anti-teror Polri menangkap lima orang tersangka teroris.

Kelima tersangka teroris masing-masing berinisial MR, HP, MI, RBS dan DK. Mereka ditangkap di beberapa lokasi, mulai dari Jakarta Barat, Lampung, Tangerang Selatan, Kabupaten Kendal, dan Jawa Tengah.

Dari penangkapan para pelaku, tim Densus 88 mengamankan sejumlah barang bukti mulai dari satu buah samurai merek baton sword, buku berjudul ‘Tarbiyah Jihadiyah’, ‘Ad-Daa’ Wa Ad-Dawaa’, ‘Kitab Tauhid’, ‘Ya Mereka Memang Thogut’, ‘Menyambut Perang Salib Baru’, dan ‘Al-Wala Wal-Bara’. Selain itu, Densus juga menyita satu topi hitam bertuliskan ‘Tauhid’.

Kemudian, ada sejumlah barang bukti lain seperti buku dengan beragam judul yang diamankan dari para tersangka. Ada pula satu set Airgun CM-036 model AK-47 yang disita dari.

Serta, airgun merek PM Model Makarof, satu plastik gotri, satu gas airgun, dua kotak peluru mimis, satu senjata plastik merek D-Cobra yang turut diamankan tim Densus 88.

(fir/pojoksatu)