DPR Tagih Janji Mendag Lutfi Bakal Umumkan Mafia Minyak Goreng: Jangan Cuma Gaya-gayaan

Mendag Muhammad Lutfi sidak ketersediaan minyak goreng. Foto Instagram

POJOKSATU.id, JAKARTA- Anggota Komisi VII DPR RI Mulyanto, menagih janji Menteri Perdagangan (Mendag) Muhammad Lutfi.

Itu terakit pernyataannya yang akan mengumumkan nama pengusaha minyak goreng nakal saat rapat dengan DPR.

Ia minta Mendag komitmen dengan semua pernyataan yang pernah disampaikan kepada masyarakat.

“Jangan sampai semua ucapannya sekedar gaya-gayaan agar terkesan serius,” kata Mulyanto kepada Pojoksatu.id, Rabu (23/3/2022).


Politisi PKS itu juga mengatakan, sampai saat ini masyarakat sedang menunggu penataan minyak goreng curah sesuai HET.

Jangan sampai minyak goreng jenis ini juga langka karena tersedot ke industri atau diolah lagi jadi migor kemasan.

“Janji Mendag, dalam waktu seminggu, penataan niaga migor curah ini sudah beres, tapi sampai belum ada kabarnya,” tandas

Sebelumnya, Mendag Lutfi berjanji akan mengumumkan sosok mafia minyak goreng dalam waktu dekat ini.

Janji mendag membongkar mafia minyak goreng diucapkan dalam rapat kerja dengan Komisi VI DPR di Jakarta, Kamis (17/3/2022).

Kala itu, Lutfi mengungkap bahwa langka dan tingginya harga minyak goreng selama beberapa bulan disebabkan terjadi karena permainan mafia minyak goreng.

Para mafia itu, lanjutnya, menyelundupkan minyak goreng yang mestinya menjadi konsumsi masyarakat ke industri-industri, bahkan hingga ke luar negeri.

“Ada orang-orang yang tidak sepatutnya mendapatkan hasil dari minyak goreng in,” ungkapnya.

“Misalnya minyak goreng yang seharusnya jadi konsumsi masyarakat masuk ke industri atau diselundupkan ke luar negeri,” sambungnya.

Menurut Lutfi, mafia-mafia tersebut tidak sepatutnya mendapatkan minyak goreng, tetapi kemudian memanfaatkan kesempatan dalam kesempitan.

Lutfi pun mengakui bahwa pihaknya tak kuasa mengontrol keberadaan mafia dan spekulan minyak goreng.

Ia meminta maaf sekaligus menyebut bahwa hal ini merupakan akibat dari perilaku manusia yang rakus dan jahat.

“Dengan permohonan maaf, Kemendag tidak dapat mengontrol karena ini sifat manusia yang rakus dan jahat,” katanya.

(muf/pojoksatu)