Kabar Terbaru Wanita Bercadar Tabrak SPKT Polres Siantar, Polisi Sudah Geledah Kamarnya, Ini Hasilnya

Wanita berjilab menabrak SPKT Polres Pematangsiantar (ist)

POJOKSATU.id, SIANTAR – Rumah wanita berjilbab atau bercadar Fitri Arni Matondang (23) yang menabrak SPKT Polres Pematangsiantar, sudah digeledah polisi. Di kamarnya ditemukan beberapa buku.


Senin (21/3) pagi sekitar pukul 09.45 WIB atau dua jam usai kejadian di Polres Pematangsiangtar, polisi langsung menggeledah kamar Fitri Arni di rumahnya di Jalan HOK Salamuddin, Kelurahan Siantar Estate, Kecamatan Siantar, Kabupaten Simalungun.

Penggeledahan dilakukan dengan didampingi orangtua Fitri dan juga keluarga Fitri yang lain.


Saat penggeledahan ditemukan Kitab Suci Al Quran, buku terjemahan Al Hikam Ibn Athanillah, Surat Yasin,Takhtim,Tahlil, dan Doa.

Baca Juga:

Wanita Berjilbab yang Tabrak SPKT Polres Siantar Ternyata Anak Purn Polisi, Ibunya Juga PNS Polres

Kemudian Buku Khulashah Al Madad An Nabawi, Buku Zikir, dan buku catatan harian.

Seluruh barang tersebut telah diamankan polisi ke Mapolres Pematangsiantar.

Sementara itu, usai mendekam di tahanan Polres Pematangsiantar, ibunya menjenguk Fitri Arni pada Selasa pagi.

Ibunda Fitri Arni Matondang, Murniati Sinulingga, datang ke Polres Siantar untuk mengantarkan obat agar dikonsumsi Fitri selama penahanan di Polres Pematangsiantar.

Fitri pernah mengalami kecelakaan sewaktu kelas 1 SMA di tahun 2009 lalu. Dan di bangku kelas III SMA mulai bertingkah tidak wajar.

Murniati menyebut putrinya sudah dalam keadaan baik.

“Sudah lebih baik. Cuma saya mau ngantar obat. Tiap hari harus konsumsi obat karena (masalah di kepala) bisa kambuh,” ujar Murniati saat ditemui di Polres Siantar, Selasa (22/3/2022) siang.

Murniati tak banyak memberikan keterangan, sebab dirinya sendiri merasa tak kuat menghadapi musibah ini.

Ia menolak tatkala awak media meminta keterangannya kembali.

“Udahlah ya, Nak. Kami serahkan ini ke pihak kepolisian. Maaf ya, Nak, Ibu nanti pingsan lagi,” ujar Murniati yang masih kaget dengan perbuatan anaknya.

Polisi sendiri telah melakukan penggeledahan di kediaman orangtua dan kamar yang bersangkutan, termasuk menggali keterangan tetangga.

Dalam penyelidikan itu, polisi tidak menemui apapun yang mencurigakan.

“F hanya zikir siang pagi dan sore. Yang lain tidak ditemukan apa apa,” ucap Kapolda Sumut Irjen Pol Panca Putra Simanjuntak, Senin malam (21/3/2022).

Irjen Panca Simanjuntak menyampaikan penyidik masih akan mendalami perkara ini, termasuk menggali keterangan suami kedua Fitri Arni.

Polisi akan menggali riwayat perubahan jiwa Fitri Arni terkhusus pada saat menikah dengan suami keduanya.

Irjen Panca Simanjuntak mengatakan pihaknya sejauh ini masih melakukan pemeriksaan.

Namun dia menyebut Fitri Arni Matondang tidak terkait jaringan terorisme.

Ia juga meyakinkan bahwa polisi akan memperhatikan semua aspek agar kasus ini terang benderang.

“Yang jelas kita masih dalam pemeriksaan. Bahwa tindakan itu tadi berakibat terjadinya kerusakan material,” katanya.

“Alhamdulillah tadi tidak ada korban jiwa, tapi kerusakan pada SPKT. Tempat pelayanan terhadap masyarakat. Polisi akan bekerja dengan arif dengan memperhatikan secara aspek,” katanya lagi.

Diketahui, wanita bercadar Fitri Arni Matondang sengaja menyerang kantor polisi yang berada di Jalan Sudirman, Kota Pematangsiantar, dengan sepedamotor Honda Scoopy BK 5856 TAK, Senin (21/3) sekitar pukul 07.25 WIB.

Hasil pemeriksaan sementara, warga Jalan HOK Salamuddin Kelurahan Siantar Estate Kecamatan Siantar Kabupaten Simalungun itu melakukan hal itu karena sakit hati dengan polisi yang telah menembak Laskar FPI di Jakarta dan menangkap Habib Rizieq Shihab. (ral/pojoksatu)