Sesudah 2 Bulan, Jenderal Andika Perkasa Bongkar Kebohongan Gugurnya 3 Prajurit TNI AD di Papua

Panglima TNI Jenderal Andika Perkasa

POJOKSATU.id, JAKARTA— Panglima TNI Jenderal Andika Perkasa membongkar kebohongan dalam kasus gugurnya 3 prajurit TNI di Papua yang terjadi di Distrik Gome, Kabupaten Puncak.


Kejadian gugurnya 3 prajurit TNI AD di Papua ini oleh KKB terjadi pada Kamis (27/1/2022) atau sekitar 2 bulan lalu.

Saat itu, TNI terlibat kontak tembak dengan Tentara Pembebasan Nasioal Papua Barat Organisasi Papua Merdeka (TPNPB-OPM) pada Kamis dini hari.


TPNPB-OPM kelompok Lekagak Telenggen disebut melakukan serangan ke pos militer sekitar 05.00 WIT.

Kontak senjata antara prajurit TNI AD dengan OPM Papua ini berlangsung hingga siang hari.

Tiga prajurit TNI gugur dalam kejadian itu. Mereka adalah Serda Rizal, Pratu Baraza, dan Pratu Rahman.

Setelah 2 bulan, Panglima TNI Jenderal Andika Perkasa mencium sejumlah kejanggalan.

Dia menemukan kelalaian komandan kompi (Danki) yang berujung gugurnya tiga prajurit TNI AD.

Jenderal Andika berkata danki tersebut menggelar pasukan demi pencairan uang. Dia menutupi alasan itu dari komandan batalyon.

“Ternyata hasilnya berbohong. Yang terjadi bukan yang dilaporkan dan yang terjadi ini disembunyikan oleh si Danki dari komandan batalyon,” kata Jenderal Andika melalui akun YouTube Jenderal TNI Andika Perkasa, Jumat (18/3/2022).

Jenderal Andika mengatakan tiga prajurit TNI gugur ditembak oleh TPNPB-OPM.

Namun, danki turut andil dalam gugurnya 3 prajurit karena tidak memperhitungkan lokasi gelar pasukan.

Jenderal Andika menyebut danki memilih lokasi gelar pasukan hanya untuk mendapatkan tambahan uang.

Ia tak memikirkan keselamatan para prajurit.

“Pertimbangan pendek sekali, hanya soal, ‘O, kita dapat uang tambahan untuk pengamanan di situ,’ dikorbankan semua,” ujar Jenderal Andika dengan nada geram.

Jenderal Andika sudah memerintahkan Polisi Militer (POM) TNI untuk memproses kejadian itu.

Jenderal Andika ingin danki mendapat sanksi dari kebohongan yang dilakukannya selama 2 bulan tersebut.

Seperti diketahui, tiga prajurit TNI gugur di Papua akibat serangan oleh KKB. Selain tiga prajurit, satu anggota TNI lainnya dinyatakan kritis.

Kodam Cenderawasih mengatakan serangan terjadi saat aparat melakukan pergantian jaga.

“Saat dilaksanakan pergantian jaga, tiba-tiba Satgas Kodim YR 408/Sbh mendapatkan tembakan dari KSTP (kelompok separatis teroris papua),” kata Kapendam XVII/Cenderawasih Kolonel Inf Aqsha Erlangga kepada wartawan di Jayapura, Kamis (27/1).

Serangan oleh KKB Papua terjadi di pos TNI, tepatnya di Pos Koramil Gome, Satgas Kodim YR 408/Sbh.

Kejadian itu berlangsung sekitar pukul 05.00 WIT. Serangan tiba-tiba tersebut membuat prajurit TNI terkena tembakan dan tiga prajurit dinyatakan gugur.

“Kemudian personel TNI Satgas Kodim YR 408/Sbh melakukan balas tembakan,” ucap Kolonel Aqsha. (ral/int/pojoksatu)