Koalisi Persaudaraan dan Advokasi Umat Geram Atas Vonis Bebas 2 Anggota Polisi, Hakim Didoakan Kena Azab

2 polisi terdakwa pembunuhan Laskar FPI sujud syukur setelah divonis bebas Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, Jumat (18/3/2022)

POJOKSATU.id, JAKARTA-Koalisi Persaudaraan dan Advokasi Umat (KPAU) bersama segenap tokoh, ulama dan advokat akan terus melakukan perlawanan hukum atasdua anggota polisi yang divonis bebas terkait kasus penembakan 6 laskar FPI di KM 50 Tol Cikampek.


Pasalnya vonis bebas terhadap dua terdakwa Briptu Fikri Ramadhan dan IPDA M Yusmin Ohorella, menunjukkan bahwa hukum dan keadilan telah mati.

“Kami akan terus melakukan pengawalan dan menyampaikan tuntutan untuk dilakukan proses ulang kasus ini baik setelah rezim ini berganti,” kata Ketua Umum Koalisi Persaudaraan dan Advokasi Umat (KPAU) Ahmad Khozinudin dalam keterangannya, Sabtu (19/3/2022).


Ahmad Khozinudin menegaskan, bila pihaknya tak mendapat keadilan hukum di dunia, maka pihaknya akan melakukan tuntutan hingga di pengadilan akhirat.

“Kalaupun rezim pengganti juga tetap berbuat zalim. Kami akan tetap terus melakukan tuntutan hingga di pengadilan akhirat,” tegasnya.

Tak hanya itu, kata Ahmad, pihaknya terus memohon kepada Allah agar semua yang terlibat dalam pembunuhan 6 laskar FPI serta yang melegitimasi kejahatan pembunuhan melalui proses hukum dagelan diberikan azab oleh Allah, termasuk hakim yang menanganinya.

“Kami memohon kepada Allah SWT agar diturunkan azab pedih di dunia jika tidak segera bertaubat dan menyampaikan kebenaran yang sesungguhnya. Sementara di akhirat, semoga Allah SWT memberikan azab yang pedih di Neraka,” tegasnya.

Sebelumnya, dua anggota polisi yang menjadi terdakwa pembunuhan anggota Laskar FPI, divonis bebas oleh Majelis Hakim.

Vonis tersebut dijatuhkan dalam sidang yang digelar di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, Jumat (18/3/2022).

Dua anggota polisi yang menjadi terdakwa dalam kasus tersebut adalah Ipda M Yusmin Ohorella dan Briptu Fikri Ramadhan.

Dalam vonis yang dibacakan Ketua Majelis Hakim M Arif Nuryanta menyatakn, Briptu Fikri dinyatakan bersalah.

Briptu Fikri dianggap melakukan pembunuhan dan penganiayaan yang menyebabkan kematian.

Akan tetapi hal itu dilakukan yang bersangkutan dalam dalam rangka pembelaan.

“Menyatakan perbuatan terdakwa Fikri Ramadhan dan M. Yusmin sebagaimana dakwaan primer dalam rangka pembelaan terpaksa melampaui batas, menyatakan tidak dapat dijatuhi pidana karena alasan pembenaran dan pemaaf,” kata Hakim M Arif Nuryanta membacakan amar putusan.

“Melepaskan terdakwa dari segala tuntutan hukum. Memulihkan hak-hak terdakwa,” sambung Hakim Arif.

(fir/pojoksatu)