Jadikan Haris Azhar Tersangka, Polda Metro Klaim Bekerja Berdasarkan Fakta-fakta Hukum yang Ada

Haris Azhar (ist)

POJOKSATU.id, JAKARTA— Haris Azhar dan Fatia Maulidiyanti ditetapkan tersangka dugaan pencemaran nama baik pada Luhut Binsar Panjaitan. Polda Metro Jaya menyatakan sudah bekerja sesuai fakta-fakta hukum dan SOP.

“Polisi bekerja berdasarkan fakta-fakta hukum yang ada. Penyidik bekerja sudah sesuai SOP dan mekanisme yang ada,” kata Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Zulpan saat dihubungi wartawan, Sabtu (19/3/2022).

Kombes Zulpan berharap baik Fatia maupun Haris Azhar yang telah ditetapkan sebagai tersangka atas kasus pencemaran nama baik Menko Marves Luhut Binsar Pandjaitan, mengikuti mekanisme hukum.

Keduanya diharapkan untuk hadir pemeriksaan.


“Kemudian, kan mereka ini belum diperiksa, kita harapkan juga mereka mengikuti mekanisme yang ada dalam sistem peradilan pidana, diperiksa di kepolisian,” katanya.

“Kan dijadwalkan hari Senin kita harapkan hadir,” ujar Kombes Zulpan lagi.

Kombes Zulpan menyampaikan Haris dan Fatia bisa menyampaikan segala keberatan pada saat pemeriksaan kepada penyidik. Dia menyebut penyidik akan menampungnya.

“Nanti dalam pemeriksaan itu silakan sampaikan ke penyidik (keberatan), tentu penyidik akan menampung semua,” imbuhnya.

Direktur Eksekutif Lokataru Haris Azhar mengaku siap dipenjara dan tak gentar usai ditetapkan tersangka dugaan pencemaran nama baik pada Luhut Binsar Panjaitan.

Status tersangka terkait kasus dugaan pencemaran nama baik Menko Marves Luhut Binsar Panjaitan tidak membuat pusing pendiri Lokataru Foundation Haris Azhar.

Haris Azhar mengaku siap apabila Polda Metro Jaya harus memenjarakannya atau menahannya.

“Saya anggap bahwa negara hari ini hanya bisa memberikan status tahanan (tersangka), atau suatu hari akan memenjarakan saya, saya anggap itu sebagai sebuah kehormatan buat saya,” ujar Haris Azhar dalam jumpa pers virtual yang disiarkan kanal Youtube KontraS, Sabtu (19/3).

Selain itu, Haris Azhar menilai penegakan hukum yang dihadapinya saat ini jauh dari azas hukum dan berkeadilan.

Sebab dalam prosesnya, materi pokok dari permasalahan yang dibahas Haris dan Koordinator KontraS, Fatia Maulidiyanti tentang keterlibatan Luhut dalam proyek tambang di Intan Jaya, Papua, tidak dibahas oleh kepolisian.

Di samping itu, temuan KontraS dan delapan lembaga lainnya yang justru dijadikan materi pelaporan oleh Luhut Panjaitan, sudah terbukti di lapangan.

Karena, Haris Azhar mendapat informasi bahwa situasi buruk di Papua sekarang ini masih terus berlanjut.

“Dulu saya dan Fatia di pemeriksaan awal sudah mengatakan, daripada negara sibuk mempidanakan kami lebih baik urus Papua,” jelasnya.

“Dan hari ini terbukti, karena mereka gesit mempidanakan kami akibatnya situasi buruk di Papua, di Intan Jaya, terus terjadi,” katanya.

“Jadi proses ini menunjukkan ada kemiskinan integritas dari cara negara menangani situasi. Menolak fakta, mengabaikan lapangan, dan ingin memenjarakan messanger-nya, dalam hal ini saya dan Fatia,” kata Haris Azhar.(ral/rmol/pojoksatu)