Soal Minyak Goreng, Mendag Lutfi Makin Terpojok Diserang Tiga Partai Besar

Menteri Perdagangan Muhammad Lutfi (ist)

POJOKSATU.id, JAKARTA – Menteri Perdagangan (Mendag) Muhammad Lutfi makin terpojok karena diserang tiga partai politik besar soal minyak goreng.

Di antaranya, Partai Keadilan Sejahtera (PKS), Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) dan Partai Gerindra.

Seperti Anggota Komisi VII DPR RI Fraksi PKS, Mulyanto yang mengkritik kenaikan harga minyak goreng yang ditetapkan oleh Mendag Lutfi.

Di mana, Mendag Lutfi menetepkan Harga eceran tertinggi minyak (HET) goreng curah Rp14 ribu per liter.


Menurut Mulyanto, kebijakan Mendag Lutfi tersebut terkesan amatiran.

“Dalam membuat kebijakan terkait minyak goreng ini pemerintah terkesan trial and error,” kata Mulyanto kepada PojokSatu.id, Jumat (18/3/2022).

Akibatnya, kebijakan yang ditetapkan gampang berubah ketika menghadapi tekanan dari pihak tertentu.

Harusnya, sebuah kebijakan dibuat berdasarkan riset (research based policy) atau berdasarkan contoh praktik terbaik di negara lain.

“Bukan kebijakan bongkar-pasang dan gonta-ganti, yang coba-coba,” ucap politikus PKS itu.

Ia mengatakan, bahwa masyarakat merasa kesulitan dan bingung akibat kebijakan yang dikeluarkan Mendag Lutfi.

Sementsra itu, Ketum PKB Muhaimin Iskandar alias Cak Imin memberikan ultimatum kepada Mendag Lutfi.

Cak Imin memberikan waktu dua Minggu kepada Mendag Lutfi.

“Minyak goreng masih rumit. Kita ultimatum menteri perdagangan segera selesaikan dalam waktu 2 Minggu,” kata Cak Imin, Jumat (18/3/2022).

Karena itu, lanjut Ketua Umum PKB itu Mendag Lutfi segera mengatasi persoalan minyak goreng.

“Saya minta ke menteri perdagangan maksimalkan seminggu dua Minggu ini harus tuntas,” tuturnya.

Ia juga meminta Mendag Lutfi untuk tidak boleh kalah kepada mafia minyak goreng.

“Menteri perdagangan negara tidak boleh didekte oleh pengusaha itu saya dukung sepenuhnya. Butikan itu kalau negara tidak didekte pengusaha,” tutur Cak Imin.

Begitu juga dengan Sekertaris Jenderal (Sekjen) Gerindra Ahmad Muzani.

Ia mengkritik kenaikan harga minyak goreng di pasaran yang mencapai Rp 24 ribu per liter.

Itu setelah Menteri Perdagangan (Mendag) Muhammad Lutfi mencabut aturan harga eceran tertinggi (HET).

Karena itu, Ahmad Muzani mempertanyakan mahalnya harga minyak dipasaran.

“Ini sangat tidak bisa ditoleran, dan sekaligus juga tanda bahwa pemerintah tidak mengerti mekanisme pasar,” kata Muzani dalam keterangannya diterima Pojoksatu.id, Jumat (18/3/2022).

Anak buah Prabowo Subianto itu menyebutkan, salah satu untuk mengatasi masalah minyak ini adalah menghentikan ekspor.

“Kementerian Perdagangan untuk menerbitkan aturan pelarangan ekspor minyak goreng ke luar negeri,” ujarnya.

“Kebijakan ini sebagai upaya mengatasi kelangkaan serta kenaikan harga minyak goreng,” sambungnya.

Muzani mengatakan, pemerintah harus tegas mengatasi persoalan ini dan memberantas para mafia minyak goreng.

“Negara harus berani bersikap dan menentukan mekanisme pasar terkait minyak goreng agar para pengusaha-pengusaha,” tuturnya.

“Ini tidak lagi bermain mencari keuntungan di tengah kesulitan masyarakat,” tandas Muzani. (muf/pojoksatu)