Said Didu: Pernyataan Mendag Jadi Fakta Pemerintahan Sudah di Tangan Cukong

Said Didu

POJOKSATU.id, JAKARTA – Pernyataan Menteri Perdagangan (Mendag) Muhammad Lutfi yang mengaku tidak dapat mengontrol mafia minyak goreng mendapat sorotan publik.

Mantan Sekretaris Kementerian BUMN Muhammad Said Didu mengatakan pernyataan Mendag Lutfi merupakan bukti mafia lebih berkuasa di Tanah Air.

“Pernyataan pak Mendag bahwa beliau tidak kuat melawan mafia minyak goreng menjadi fakta bahwa pemerintahan sekarang betul-betul sudah di tangan para cukong kekuasaan,” kata Said Didu dalam postingannya di Twitter, Jumat (18/3).

Ia berharap para ketua partai politik dapat segera bertindak untuk menyelamatkan Indonesia dari kekuasaan mafia.


“Semoga para tokoh dan pimpinan Parpol masih tersisa ruang di hatinya untuk selamatkan NKRI dari para cukong,” tandas Said Didu.

Sebelumnya, Menteri Perdagangan Muhammad Lutfi meminta maaf karena pihaknya belum mampu menangani permasalahan minyak goreng.

Ia menyebut kelangkaan minyak goreng disebabkan oleh mafia dan spekulan yang mengambil keuntungan, sehingga berbagai kebijakan yang telah ia buat pun tidak efektif.

“Dengan permohonan maaf Kementerian Perdagangan tidak dapat mengontrol karena ini sifat manusia yang rakus dan jahat,” ucapnya dalam rapat bersama Komisi VI DPR, Kamis (17/3).

Lutfi mengatakan Kemendag memiliki keterbatasan wewenang dalam undang-undang untuk mengusut tuntas masalah mafia dan spekulan minyak goreng.

Kebijakan yang bisa dilakukan Kemendag hanya sebatas mengatur pasokan.

Lutfi meminta bantuan kepada Satuan Tugas (Satgas) Pangan Polri untuk menindak mafia dan para spekulan tersebut.

“Sementara ini kami punya datanya tapi saat ini sedang diperiksa oleh polisi, oleh Satgas Pangan, tetapi keadaannya sudah menjadi sangat kritis dan ketegangan yang mendesak,” katanya.

Lutfi meyakini ada mafia dan spekulan yang menimbun dan menyelundupkan minyak goreng, sehingga terjadi kelangkaan di pasaran. (one/pojoksatu)