Harga Minyak Goreng Meroket, Anak Buah Prabowo Semprot Mendag, Ini Sudah Tidak Bisa Ditoleran!

Mendag Muhammad Lutfi sidak ketersediaan minyak goreng. Foto Instagram

POJOKSATU.id, JAKARTA – Sekertaris Jenderal (Sekjen) Partai Gerindra Ahmad Muzani mengkritik kenaikan harga minyak goreng.


Di mana harga harga minyak goreng di pasaran yang mencapai Rp 24 ribu per liter.

Itu setelah Menteri Perdagangan (Mendag) Muhammad Lutfi mencabut aturan harga eceran tertinggi (HET).


Karena itu, Ahmad Muzani mempertanyakan mahalnya harga minyak dipasaran.

“Ini sangat tidak bisa ditoleran, dan sekaligus juga tanda bahwa pemerintah tidak mengerti mekanisme pasar,” kata Muzani dalam keterangannya diterima Pojoksatu.id, Jumat (18/3/2022).

Anak buah Prabowo Subianto itu menyebutkan, salah satu untuk mengatasi masalah minyak ini adalah menghentikan ekspor.

“Kementerian Perdagangan untuk menerbitkan aturan pelarangan ekspor minyak goreng ke luar negeri,” ujarnya.

“Kebijakan ini sebagai upaya mengatasi kelangkaan serta kenaikan harga minyak goreng,” sambungnya.

Muzani mengatakan, pemerintah harus tegas mengatasi persoalan ini dan memberantas para mafia minyak goreng.

“Negara harus berani bersikap dan menentukan mekanisme pasar terkait minyak goreng agar para pengusaha-pengusaha,” tuturnya.

“Ini tidak lagi bermain mencari keuntungan di tengah kesulitan masyarakat,” tandas Muzani.

Sebelumnya, Menteri Perdagangan Muhammad Lutfi mengakui tidak dapat melawan penyimpangan minyak goreng yang dilakukan para mafia dan para spekulan.

Itu dikarenakan keterbatasan kewenangannya dalam Undang-Undang.

“Kemendag tidak bisa melawan penyimpangan-penyimpangan tersebut,” ujar Lutfi dalam rapat kerja bersama Komisi VI DPR, Kamis (17/3/2022).

(muf/pojoksatu)