Pendeta Saifuddin Ibrahim Sebut Alumni Pesantren Radikal Semua

Pendeta Saifuddin Ibrahim

Melainkan juga kurikulum yang ada di madasrah hingga perguruan tinggi yang berpotensi memunculkan paham radikal.

“Atur semua kurikulum yang ada di madrasah, tsanawiyah, aliyah sampai perguruan tinggi,” ujarnya.

Ia menyebut bahwa sumber kekacauan yang terjadi di Indonesia itu dipicu kurikulum pendidikan yang tidak benar.

“Bahkan kurikulum yang ada di pesantren pak, jangan takut untuk dirombak. Ganti semua kurikulumnya. Karena pesantren itu melahirkan kaum radikal semua,” ujarnya.


Tak sampai di situ, Saifuddin a juga menyarankan kepada Menag Yaqut menghapus 300 ayat Alquran yang dinilai memicu perilaku intoleransi hingga radikalisme.

BACA: Pendeta Saifuddin Balas Mahfud: Tangkap Abdul Somad, Itu Luar Biasa Menghina Kekristenan

“Bahkan kalau perlu pak, 300 ayat (Alquran) yang menjadi pemicu hidup intoleran, pemicu hidup radikal dan membenci orang lain karena beda agama, itu di-skip atau direvisi, atau dihapuskan dari Alquran Indonesia. Ini sangat berbahaya sekali,” ujarnya.

Mabes Polri pun mulai menyelidiki video viral Pendeta Saefudin Ibrahim.