Anak Buah SBY: Jika Jokowi Ingin Dikenang Baik Diakhir Jabatannya, Syaratnya Pecat Menteri- Menteri Ini

Kepala Badan Komunikasi Strategis (Bakomstra) Partai Demokrat, Herzaky Mahendra Putra

POJOKSATU.id, JAKARTA- Partai Demokrat setuju kabar Presiden Joko Widodo (Jokowi) akan melakukan reshuffle akhir Maret 2021 ini.

Bahkan partai berlambang bintang mercy itu mendesak Presiden Jokowi segera melakukan reshuffle.

“Ini waktunya Presiden melakukan reshuffle,” kata Juru Bicara (Jubir) Demokrat Herzaky Mahendra Putra, Kamis (10/3/2022).

Menurutnya, Presiden Jokowi harus berani melakukan reshuffle menteri-menteri yang bekerja buruk.


Pasalnya, jika mantan Gubernur DKI Jakarta itu masih mempertahankan pembantu-pembantu tersebut.

Bukan tidak mungkin diakhiri jabatannya sebagai Presiden. Jokowi akan meninggalkan citra buruk di mata masyarakat.

“Jokowi ingin turun dengan dikenang sebagai presiden yang demokratis, taat konstitusi, dan melaksanakan amanah reformasi,”

“Syaratnya Presiden Jokowi harus berani memecat menteri-menteri yang sering buat gaduh,” ungkapnya.

Apalagi tambah, anak buah Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) itu terkait kabar ada salah satu menterinya yang menginginkan Pemilu 2024 ditunda.

“Inikan harus ditindak tegas oleh Presiden karena sudah melanggar konstitusi,” pungkasnya.

Sebelumnya, Menko Kemaritiman dan Investasi, Luhut Binsar Pandjaitan disebut biang usulan penundaan Pemilu 2024.

Itu sebagaimana dalam pemberitaan berjudul “Tangan Pemerintah di Balik Desain Tunda Pemilu 2024” oleh CNNIndonesia.com.

Dalam pemberitaan itu, disebutkan empat petinggi Partai Amanat Nasional (PAN) diundang ke rumah dinas Luhut pada 13 Februari 2022.

Disebutkan pula, pertemuan itu membicarakan penundaan Pemilu 2024 atas arahan seorang menko di Kabinet Indonesia Maju.

Alasannya, karena Presiden Jokowi diklaim sudah setuju.

Menanggapi hal itu, Rizal Ramli langsung tertawa.

“Ha..ha.. ternyata si Abang biangnya (usulan pemilu ditunda),” cuit Rizal Ramli melalui akun Twitter pribadinya, Rabu (2/3/2022).

Menurut Rizal Ramli, Luhut menggunakan tekni kerbau yang diikat hidungnya.

“Bang Luhut, teknik ‘Cari orang bermasalah sehingga bisa jadi kerbau yang diikat hidungnya’”,” sindir dia.

Sosok yang akrab disapa RR ini juga menyebut bahwa teknik itu sudah kuno.

Selain itu, langkah Luhut itu disebut Rzal Ramli bisa merusak konstitusi dan demokrasi di Indonesia.

“Sudah kuno, merusak demokrasi, melawan konstitusi dan amanah demokrasi,” sambungnya.

Karena itu, Rizal Ramli menyarankan Luhut agar berhenti membuat manuver dan belajar dari almarhum Gus Dur.

“Sudahlah, inget Gus Dur ajarkan keadilan dan demokrasi,” tandasnya.

(muf/ruh/pojoksatu)