Ketua Umum MUI KH Miftachul Akhyar Akhirnya Mengundurkan Diri, Ini Sebabnya

Ketua Umum MUI KH Miftachul Akhyar mengundurkan diri (ist)

POJOKSATU.id, JAKARTA— Ketua Umum Majelis Ulama Indonesia (MUI) KH Miftachul Akhyar akhirnya memutuskan mengundurkan diri. KH Miftachul juga merupakan Rais Aam PBNU.

KH Miftachul Akhyar saat menjabat sebagai Ketua Umum Majelis Ulama Indonesia (MUI), yang bersangkutan juga terpilih menjadi Rais Aam Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) pada Muktamar NU ke-34 di Lampung Desember 2021 lalu.

Keputusan KH Miftachul Akhyar ini sejalan dengan permintaan Ahlul Halli Wal Aqdi (AHWA) PBNU.

KH Miftachul yang terpilih jadi Rais Aam PBNU periode 2021-2026 diminta untuk tidak rangkap jabatan.


KH Miftachul mengumumkan keputusannya ini saat memberikan pengarahan dalam Rapat Gabungan Syuriah-Tanfidziyah PBNU di Kampus Unusia Parung, Bogor, Jawa Barat, Rabu (9/3).

“Di saat Ahlul Halli Wal Aqdi (AHWA) Muktamar ke-34 NU menyetujui penetapan saya sebagai Rais Aam, ada usulan agar saya tidak merangkap jabatan,” kata Kiai Miftah sapaan akrabnya.

“Saya langsung menjawab sami’na wa atha’na. Jawaban itu bukan karena ada usulan tersebut, apalagi tekanan,” sambungnya lagi.

KH Miftachul menceritakan proses pemilihan dirinya menjadi Ketua Umum MUI pada akhir November 2020 lalu.

Katanya, dia dirayu dan diyakinkan untuk bersedia jadi Ketua Umum MUI dalam komunikasi yang terjadi setidaknya dalam dua tahun.

“Semula saya keberatan, tapi kemudian saya takut menjadi orang pertama yang berbuat ‘bid’ah’ di dalam NU. Karena selama ini Rais Aam PBNU selalu menjabat Ketua Umum MUI,” jelasnya.

Saat ini, Kiai Miftah menambahkan, dirinya merasa ‘bid’ah’ itu sudah tidak ada lagi.

Sehingga, dia berkomitmen untuk merealisasikan janji di hadapan Majelis AHWA dengan mengajukan pengunduran diri dari posisi Ketua Umum MUI. (ral/rmol/pojoksatu)