Hina Profesi Wartawan Terkait Amplop Rp50 Ribu, Kades Wanakerta Kena Semprot Kepala DPMPD Tangerang, Ngakunya Khilaf

POJOKSATU.id, TANGERANG- Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Pemerintahan Desa (DPMPD) Kabupaten Tangerang, Dadan Gandana, angkat bicara terkait pernyataan tidak etis yang dilontarkan Kepala Desa Wanakerta Kecamatan Sindang Jaya terhadap Profesi Wartawan dan Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM).

Dadan mengimbau kepada para kepala desa, lurah, dan juga pejabat lainnya, agar lebih bijak dan berhati-hati dalam berkomunikasi dan berinteraksi di media sosial.

“Saya mewakili Pemerintah Kabupaten Tangerang mengimbau seluruh kepala desa, lurah dan juga pejabat lainnya, untuk lebih bijak dan bertanggung jawab dalam menggunakan media sosial dan bersikap profesional agar tidak menimbulkan kejadian yang tidak diinginkan,” kata Dadan dalam keterangan resmi yang diterima wartawan, Senin malam 7 Maret 2022.

Kabid Pembangunan Desa DPMPS, Galih Prakosa, mengaku terkejut atas beredarnya rekaman suara tersebut.


Dia mengaku pihaknya telah melakukan pemanggilan kepada yang bersangkutan pada siang tadi.

“Iya betul kita juga kaget. Siang tadi sudah kita panggil Kades Tumpangnya untuk klarifikasi,” kata Galih.

Sementara, Kepala Desa (Kades) Wanakerta, Tumpang Sugian, sudah menyatakan permintaan maaf di depan para awak media.

“Dengan ini, saya atas nama Kepala Desa Wanakerta meminta maaf yang sebesar-besarnya kepada LSM, profesi pers, maupun lembaga pers, atas sikap dan pernyataan saya yang menyinggung perasaan,” kata Tumpang.

Tumpang mengungkapkan bahwa perkataannya tersebut tidak bermaksud melecehkan rekan-rekan LSM ataupun wartawan.

Ia mengaku bahwa hal tersebut terjadi karena kekhilafan.

“Hal ini bisa menjadi pembelajaran dan kedepannya saya akan berupaya menjadi kepala desa yang lebih baik lagi untuk masyarakat,” jelasnya.

Diberitakan sebelumnya, Kepala Desa (Kades) Wanakerta, Kabupaten Tangerang, Tumpang Sugian, diduga menghina profesi wartawan.

Pria yang kerap disapa Lurah Tumpang Sugian (LTS) itu diduga menghina wartawan terkait amplop Rp 50 ribu. Rekaman suara Tumpang diduga menghina profesi wartawan viral di media sosial (medsos).

“Wartawan LSM lewat mau Rp 50 ribu dikasihin amplop silakan, tidak mau akan saya tunjukkan ketika saya lagi dididik di Pusdikif Cimahi, Bandung. Ya jangan macam-macam wartawan dan LSM ke LTS ya,” kata Tumpang dalam rekaman suara tersebut.

(dhe/pojoksatu/fin)