Diduga Terhirup Gas Hidrogen Sulfida dari Pipa PT SMGP, 47 Warga Sibanggor Madina Dilarikan ke Rumah Sakit

Warga Sibanggor Julu kembali kena imbas keracunan gas PT SMGP (ist1)

POJOKSATU.id, MADINA— Sebanyak 47 warga Desa Sibanggor Julu, Puncak Sorik Marapi, Mandailing Natal (Madina) Sumut dilarikan ke rumah sakit diduga terhirup gas H2S dari pipa PT Sorik Marapi Geothermal Power (SMGP).

Hidrogen sulfida atau H₂S adalah gas yang tidak berwarna, beracun, dan mudah terbakar dan berbau seperti telur busuk atau belerang.

Berdasarkan informasi dari sejumlah keluarga korban di RSUD Panyabungan, peristiwa itu terjadi Minggu sore (6/3), warga mencium bau tak sedap seperti gas yang menyebabkan mereka menjadi mual-mual.

Disebabkan banyaknya warga yang mual-mual, warga ini pun dilarikan ke RS di Kota Panyabungan yang berjarak puluhan kilo meter dari lokasi.


Wakil Bupati Madina Atika Azmi Utammi Nasution saat dikonfirmasi wartawan, Minggu (6/3/2022) malam membenarkan peristiwa di Sibanggor Julu ini.

“Masyarakat saat ini ada yang dibawa ke RSUD Panyabungan dan Permata Madina. Disekitar SMGP,” katanya.

Atika menyebut ada 47 orang yang dilarikan ke rumah sakit karena keracunan. 18 orang diantaranya sudah kembali ke rumah.

“Sampai saat ini, dari 47, 18 sudah pulang. Yang lainnya masih dirawat,” ujarnya.

Atika mengatakan pihaknya saat ini sedang memastikan keselamatan warga akibat peristiwa ini. Penyebab pasti dari keracunan ini masih ditelusuri.

“Keselamatan warga merupakan prioritas. Penyebabnya masih menunggu hasil lab dan investigasi,” jelas Atika.

Sementara itu, manajemen perusahaan PT SMGP, Roby, ketika dihubungi membenarkan PT SMGP sedang melakukan kegiatan well test di Well Pad AAE di Desa Sibanggor Julu, Minggu (6/3), sekira pukul15.00 WIB.

“Saat pembukaan tidak terdeteksi adanya sebaran H2S. Setelah pembukaan terdapat keluhan dari masyarakat ada yang mencium bau H2S dan mengalami muntah dan lemas,” sebutnya.

Mendengar keluhan masyarakat, Roby mengatakan, tim di lapangan langsung melakukan evakuasi ke Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Panyabungan.

Sementara pihak RSUD Panyabungan terus berupaya memberikan penanganan terhadap korban yang diduga keracunan H2S. (ral/pojoksatu)