Ramalan Hard Gumay untuk Presiden 2024, Sosok Ini yang Terpilih

Hard Gumay menunjukkan baju yang identik dengan baju yang akan dipakai Presiden Indonesia 2024 mendatang.

POJOKSATU.id, JAKARTA – Indigo Hard Gumay meramalkan sosok Presiden RI yang akan menggantikan Joko Widodo. Ramalan Hard Gumay untuk Presiden 2024 tersebut dibagikan di kanal YouTube Famgumay pada 21 Februari 2022.

Ramalan Hard Gumay untuk Presiden 2024 menyatakan ada lima kandidat yang akan maju dalam Pemilu 2024 mendatang. Semuanya laki-laki.

Dua di antara kandidat itu mengajukan diri sebagai calon presiden. Sedangkan tiga lainnya diajukan oleh partai politik.

Dari lima kandidat tersebut, hanya dua sosok yang berkompetisi sampai akhir.


“Saya lihat di awal, ada lima sosok laki-laki yang maju dan diajukan untuk menjadi presiden RI. Lima sosok tersebut akan mundur satu per satu dengan sendirinya,” kata Hard Gumay, dikutip Pojoksatu.id dari kanal YouTube
Famgumay, Selasa (1/3).

BACA: Ramalan Hard Gumay Tembus Lagi, Dorce Gamalama Meninggal Awal Tahun

Harg Gumay menyebutkan ciri-ciri kelima kandidat calon presiden yang akan maju dalam Pilpres 2024 mendatang.

Sosok yang pertama berdarah Jawa. Bukan hanya sukunya, tapi darahnya yang mengalir. Ia lahir di pulau Jawa.

“Berkulit putih, bertubuh gempal. Saat ini beliau beprestasi. Pro dan kontra pasti ada,” ucapnya.

Sosok yang kedua, laki-laki berkulit sawo matang, bertubuh fisik proporsional, tinggi untuk standar Indonesia, tubuh atau fisiknya terbilang tinggi dan asli berdarah Jawa.

BACA: Hasil Live Polling Capres 2024 Senin 28 Februari 2022: Prabowo Perkasa, Airlangga dan Cak Imin Mengejutkan, AHY Tipis

Sosok yang ketiga juga berdarah Jawa. Tingginya sekitar 165 CM, bertubuh gempal, dan berdarah Jawa-Sunda.

Sosok yang keempat, berkulit sawo matang, fostur tubuh tinggi, berwibawa dan mempunyai keinginan, kemauan yang sangat besar untuk menjadi Presiden RI. Ia asli berdarah Jawa

Sosok yang kelima bertubuh besar, tegak, gempal, kulit kuning langsat. Ia berlatar belakang militer, bahkan keluarganya juga militer.

“Sosok yang satu ini juga sangat dikenal oleh banyak masyarakat di luar sana, sama dengan 4 sosok lain,” kata Gumay.

Menurutnya, di antara lima kandidat itu, hanya dua sosok yang akan maju dan berkompetisi sampai akhir. Keduanya adalah sosok keempat dan kelima.

“Mereka mempunyai fisik yang tingginya sama. Yang satu berkulit putih, bertubuh gempal. Yang satu kuning langsat, bertubuh gempal,” ucapnya.

Menurut Gumay, dua sosok terakhir yang maju jadi calon Presiden Republik Indonesia itu akan memperoleh suara terbanyak.

“Dua kandidat tersebut, sebelah kiri menggunakan pakaian kemeja putih. Di sebelah kanan, saya melihat sosok ini menggunakan kemeja berwarna cream. Putih dan cream,” jelas Gumay.

“Yang satu asli 100 persen berdarah Jawa, yang satu asli berdarah Jawa namun campuran,” sambungnya.

Dikatakan Gumay, dua sosok tersebut yang akan masuk babak terakhir dan tinggal menunggu hasil suara terbanyak.

Persaingan keduanya sangat ketat, mirip persaingan Jokowi dan Prabowo Subianto pada Pemilu 2019.

“Periode sebelumnya, bapak Joko Widodo lebih kurang memenangkan sebanyak 55 persen sekian persen. Kandidat berikutnya, Bapak Prabowo Subianto lebih kurang 45 sampai 47 persen mengumpulkan suara,” jelas Gumay.

Menurut Gumay, selisih perolehan suara dari dua kandidat tersebut tipis.

“Lalu, di antara dua kandidat tersebut saya melihat ada satu sosok yang akhirnya maju terpilih suara terbanyak, dipilih langsung masyarakat Indonesia dan menjadi presiden RI periode berikutnya,” kata Gumay.

Gumay menegaskan sosok Presiden RI yang terpilih nantinya sangat identik dengan pakaian yang dipakainya.

“Sosok satu ini adalah di sini. Saya sudah menggunakan pakaian yang identik nantinya yang akan digunakan oleh presiden RI berikutnya di periode berikutnya,” ucap Gumay.

“Kalian bisa melihat dari pakaian yang saya gunakan inilah, yang saya berikan tanda, yang akan digunakan oleh presiden RI di periode berikutnya, untuk Indonesia maju,” sambungnya.

Terakhir, indigo yang meramalkan Dorce meninggal itu menyatakan ramalannya bisa saja meleset.

“Ramalan, penerawangan dari saya bisa salah, bisa benar, bisa akurat, bisa juga meleset karena segala sesuatunya kita hanya kepada Allah SWT,” tutup Hard Gumay. (one/pojoksatu)