Haris KNPI ‘Tampol’ Abu Janda, Azan Itu Bukan Memanggil Tuhan!

Ketum KNPI Haris Pertama

POJOKSATU.id, JAKARTA – Ketua Umum DPP KNPI Haris Pertama ‘tampol’ Abu Janda yang menyatakan Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas tidak pernah sekalipun menyebut kata ‘azan’ saat diwawancarai wartawan.

Haris Pertama membagikan video Abu Janda yang mengatakan Yaqut Cholil hanya menyinggung penyalahgunaan TOA masjid.

Dalam video tersebut, Abu Janda menegaskan Gus Yaqut tidak pernah membandingkan suara azan dengan gonggongan anjing.

“Setelah saya simak lagi videonya, Gus Yaqut tidak mengatakan satu pun kata ‘azan’. Yang beliau maksud adalah penyalahgunaan TOA. Misalnya pengajian anak-anak bersuara parau yang disembur sama TOA di waktu orang-orang istirahat,” kata Abu Janda dalam video tersebut.


“Jadi Gus Yaqut tidak sedang membandingkan suara azan dengan anjing menggonggong,” sambungnya.

BACA: Makin Terpojok, Roy Suryo Bagikan Video Menag Yaqut Cholil Sebut Kata ‘Azan’

Pernyataan Abu Janda itu ternyata omdo (omong doang). Sebab, dalam video wawancara Gus Yaqut terang-terangan menyebut kata ‘azan’.

“Nich muncul lagi si Abu Janda. Asal bicara lagi nich orang,” cetus Haris Pertama dikutip dari akun Twitter @knpiharis, Minggu (27/2).

Haris menyoroti pernyataan Abu Janda yang menyebut penyalahgunaan TOA, seperti pengajian anak-anak bersuara parau yang disembur sama TOA pada saat orang-orang istirahat.

“Adzan itu bertujuan memanggil umat Islam untuk Sholat, bukan memanggil Tuhan,” kata Haris.

“Makanya jadi pegiat media sosial jangan asal nyeplos nanti diketawain banyak orang,” sambungnya.

Haris kemudian me-retweet cuitan Roy Suryo yang membagikan video Yaqut Cholil saat diwawancara wartawan beberapa waktu lalu.

Dalam video itu, Yaqut Cholil menyebut kata ‘azan’ dan bunyi TOA lima kali dalam sehari.

“Bunyikan TOA sehari 5 kali ya pasti yang dimaksud adalah suara Adzan lah. Semua kalau nonton video ini pasti juga paham,” kata Haris.

Haris menegaskan azan tidak pernah mengakibatkan kebisingan dan mengganggu ketentraman.

Selain itu, kata Haris, volume suara azan sudah diatur oleh pengurus masjid sebelum Kementerian Agama (Kemenag) mengaturnya.

“Sekeras-kerasnya suara Adzan yang saya tau dari semenjak kecil, tidak pernah mengakibatkan kebisingan dan mengganggu ketenteraman,” jelas Haris.

“Karena kerasnya suara Adzan juga sebelum ada aturan KEMENAG ini pasti juga sudah diatur oleh pengurus Masjid dan pengurus Mushollah,” tandas Haris. (one/pojoksatu)