Suara Adzan Disamakan Gonggongan Anjing, PKB Sentil Menag Yaqut, Celekit!

Menag Yaqut Cholil Qoumas

“Dalam penjelasan itu, Gus Menteri memberi contoh sederhana, tidak dalam konteks membandingkan satu dengan lainnya,”

Karena itu, tambah Thobib, Menag Yaqut menjelaskan hal tersebut dengan kalimat misal.

“Yang dimaksud Gus Yaqut adalah misalkan umat muslim tinggal sebagai minoritas di kawasan tertentu,” ungkapnya.

Di mana masyarakatnya banyak memelihara anjing, pasti akan terganggu jika tidak ada toleransi dari tetangga yang memelihara.


“Jadi Menag mencontohkan, suara terlalu keras apalagi muncul secara bersamaan, justru bisa menimbulkan kebisingan dan dapat mengganggu masyarakat sekitar,” ujarnya.

BACA: Ucapan Yaqut Melukai Hati Umat Islam, Anak Buah Prabowo Minta Menag Segera Minta Maaf

“Karena itu perlu ada pedoman penggunaan pengeras suara, perlu ada toleransi agar keharmonisan dalam bermasyarakat dapat terjaga,” tuturnya. (muf/pojoksatu)