Politisi PAN: Tidak Sepatutnya Menteri Agama Bandingkan Suara Azan dengan Gonggongan Anjing

Anggota Komisi IX DPR Saleh Partaonan Daulay tegur Dirut BPJS Kesehatan Fachmi Idris. Foto Antara
Anggota Komisi IX DPR Saleh Partaonan Daulay tegur Dirut BPJS Kesehatan Fachmi Idris. Foto Antara

POJOKSATU.id, JAKARTA- Politisi PAN Saleh Partaonan Daulay tidak terima Menteri Agama (Menag) Yaqut Cholil Qoumas membandingkan suara adzan dengan gonggongan anjing.

Ia menilai, pernyataan Menang Yaqut tersebut sangat melukai hati umat Islam.

“Tdak sepatutnya seorang menteri agama membandingkan suara azan dengan gonggongan anjing,” kata Saleh kepada Pojoksatu.id, Kamis (24/2/2022).

Seharusnya, lanjut Anggota Komisi IX DPR RI itu, Menag Yaqut tidak membandingkan suara adzan dengan gonggongan anjing.


“Sangat jauh berbeda suara adzan dan gonggongan anjing,” ujarnya.

“Suara azan adalah seruan dan ajakan untuk melaksanakan shalat. Dan shalat adalah ibadah yang sangat mulia dan wajib dihormati pelaksanaannya,” sambungnya.

Sebelumnya, saat berada di Gedung Daerah Provinsi Riau, Rabu, 23 Februari 2022, Menag Yaqut menilai suara-suara Toa di masjid selama ini adalah bentuk syiar.

Namun, jika dinyalakan dalam waktu bersamaan, akan timbul gangguan.

“Yang paling sederhana lagi, kalau kita hidup dalam satu kompleks, misalnya. Kiri, kanan, depan belakang pelihara anjing semua. Misalnya menggonggong dalam waktu bersamaan, kita ini terganggu nggak? Artinya apa?,” katanya.

“Suara-suara ini, apa pun suara itu, harus kita atur supaya tidak jadi gangguan. Speaker di musala-masjid silakan dipakai, tetapi tolong diatur agar tidak ada terganggu,” lanjutnya.

Ia kemudian meminta agar suara Toa diatur waktunya. Jadi niat untuk syiar tidak menimbulkan gangguan masyarakat.

“Agar niat menggunakan speaker sebagai untuk sarana, melakukan syiar tetap bisa dilaksanakan dan tidak mengganggu,” tandasnya.

(muf/pojoksatu)