Adam Deni Akui Selama Ditahanan Sering Sakit, tapi Polisi Bilang Kondisinya Baik, Siapa yang Bohong?

Adam Deni soal ulama
Adam Deni. Foto : Instagram

POJOKSATU.id, JAKARTA- Pengakuan Adam Deni bertentangan dengan penjelasan pihak kepolisian perihal kesehatannya yang kian hari makin memburuk.

Pasalnya Polri pastikan hingga saat ini kondisi Adam Deni di dalam tahanan Bareskrim Polri dalam kondisi membaik.

“(Sampai saat ini) kondisi kesehatan AD (Adam Deni) bagus, tak ada masalah” kata Karo Penmas Divisi Humas Polri Brigjen Ahmad Ramadhan, Rabu (23/2/2022).

Jendral bintang satu ini menyebut, seluruh tahanan di Bareskrim Polri selalu rutin dilakukan pengecekan kondisi kesehatan, termasuk kondisi Adam Deni.


“Seluruh tahanan termasuk AD selalu dilakukan pengecekan rutin kesehatan oleh dokter,” ujarnya.

Sebelumnya pegiat media sosial Adam Deni akhirnya muncul setelah ditahan atas kasus akses ilegal. Bukan secara langsung, kemunculannya melalui sebuah video yang dibagikan oleh pengacaranya, Susandi.

Di dalam video, Adam Deni berbaju tahanan berwarna oranye. Dia mengaku salah mengunggah dokumen orang lain ke akun Instagram miliknya.

Selain itu, Adam Deni mengaku selama meringkuk dalam tahanan, Adam mengaku depresi dan terserang banyak penyakit. Salah satunya, Adam sempat terpapar Covid-19 dan menjalani isolasi mandiri. Meski awalnya sempat mengajukan penangguhan penahanan guna menjalani perawatan, hal itu ditolak polisi.

“Saya pun saat ini dalam kondisi depresi berat. Saya juga terkena banyak penyakit juga selama di dalam,” ucap Adam menandaskan.

Seperti diketahui, Mabes Polri menangkap pegiat media sosial Adam Deni. Penangkapan Adam Deni dengan kasus transmisi dokumen elektronik yang bukan haknya atau ilegal akses. Ia ditangkap ditangkap pada Selasa (1/2/2022) pukul 19.00 WIB.

Penangkapan yang bersangkutan perihal dengan tindak pidana melakukan upload atau mentransmisikan dokumen elektronik yang dilakukan oleh orang yang tidak berhak sebagaimana pasal 48 (1) 2 3 jo pasal 32 ayat 1 2 dan 3 UU ITE.

Akibat perbuatannya, Adam Deni dijerat dengan Pasal 48 Ayat 1, 2, 3 Juncto Pasal 32 Ayat 1, 2, dan 3 Undang-Undang Nomor 19 Tahun 2016 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE) dan terancam hukuman maksimal 10 tahun penjara.

(fir/pojoksatu)