Brigjen Junior Tumilaar Ditahan, Ngaku Salah dan Mohon Pengampunan, Ini Tanggapan KSAD Jenderal Dudung

KSAD Jenderal Dudung Abdurrachman (ist)

POJOKSATU.id, JAKARTA – Staf Khusus KSAD Brigjen Junior Tumilaar ditahan di Rumah Tahanan Militer (RTM) Cimanggis, Depok. Brigjen Junior mengirimkan surat ke KSAD Jenderal Dudung dan mengaku salah.


Brigjen Junior Tumilaar mengirimkan surat ke KSAD Jenderal Dudung Abdurachman agar bisa dirawat di RSPAD Gatot Subroto karena sejak ditahan 31 Januari 2022 hingga 15 Februari 2022, mengalami sakit asam lambung tinggi (GERD).

Beredar foto lembar surat yang disebut tulisan tangan Brigjen TNI Junior Tumilaar.


Inti surat tersebut adalah permohonan Tumilaar dievakuasi ke RSPAD dari Rumah Tahanan Militer (RTM) Cimanggis, Depok, Jawa Barat.

“Assalamualaikum dan salam sejahtera Bapak/Ibu semuanya, semoga Allah Yang Maha Kasih-Maha Penyayang yang bernama Yehuwa memberi berkah kepada Bapak/Ibu sekeluarga. Aammiinn. Saya Brigjen TNI Junior Tumilaar SIP.,M.M., (Pati Sus Kasad), bermohon perawatan/evakuasi ke RSPAD. Karena sakit asam lambung tinggi (GERD),” bunyi surat tersebut, Senin (21/2/2022).

“Hingga 16 Februari-21 Februari 2022, saya mengalami kambuh GERD, dan seterusnya kambuh lagi dengan tensi 155/104 fluktuatif,” kata Brigjen Junior dalam surat yang ditulis pada Senin (21/2/2022).

Brigjen Junior memohon diampuni karena bersalah telah membela warga Desa Bojong Koneng, Kecamatan Babakan Madang, Kabupaten Bogor.

“Rakyat yang mengalami korban penggusuran bangunan-bangunan oleh PT Sentul City dengan mengerahkan alat berat buldoser/ekskavator serta puluhan preman,” kata Junior.

Brigjen Junior juga mengajukan permohonan maaf karena 3 April 2022 nanti sudah berusia 58 tahun, dan memasuki usia pension sebagai prajurit TNI AD.

“Akhir kata saya Brigjen Junior Tumilaar mendoakan Bapak/Ibu sekeluarga senantiasa diberikan berkah kesehatan kesejahteraan dari Allah Yang Maha Kasih, Maha Penyayang yang bernama Yehuwa, aamiiinnn,” katanya.

Surat tersebut ditujukan kepada KSAD Jenderal TNI Dudung Abdurachman, Ka Otmilti II, Danpuspom AD, dan Ditkum AD.

Surat itu ditembuskan kepada Presiden Joko Widodo, Wapres Ma’ruf Amin, Menhan Prabowo Subianto, Menko Polhukam Mahfud MD, dan Panglima TNI Jenderal Andika Perkasa, dan Kakabinkum TNI, dan Orjen TNI.

KSAD Jenderal Dudung, saat dikonfirmasi wartawan, tak membantah kabar Brigjen Junior Tumilaar ditahan.

Dia hanya menyebut Brigjen Junior Tumilaar mengatasnamakan ‘staf khusus KSAD’ dan berbuat di luar kewenangan.

“Dia mengatasnamakan staf khusus Kasad dan di luar kewenangannya,” tegas Jenderal Dudung.

Saat ditanya soal benar atau tidak perbuatan di luar kewenangan Tumilaar yan dimaksud terkait masalah lahan warga dengan Sentul City, Dudung hanya menegaskan prajurit dalam melaksanakan tugas harus didasari surat perintah.

“Setiap prajurit itu apa pun kewenangannya apabila melaksanakan tugas pasti ada surat perintahnya,” kata Jenderal Dudung.

Jenderal Dudung menerangkan Brigjen Junior Tumilaar memang berstatus perwira tinggi khusus (patisus) KSAD saat ini dan pati sus KSAD bukanlah sebuah jabatan.

“Yang bersangkutan jadi patisus artinya tidak ada jabatan karena masalah kasus sebelumnya,” jelas Jenderal Dudung.(ral/int/pojoksatu)