Baliho Erick-Khofifah Menuju 2024 Mulai Muncul, Bawaslu: Mereka Belum Siapa-siapa

Menteri BUMN Erick Thohir dalam operasi pasar minyak goreng murah di Alun-alun Cianjur dengan menyebar 9.000 liter minyak goreng dari PTPN, Minggu (22/1/2022). Foto: Guruh Permadi/PojokSatu.id

POJOKSATU.id, MADIUN– Bawaslu menanggapi munculnya baliho bergambar Erick Thohir dan Khofifah Indar Parawansa di beberapa daerah di Jawa Timur.

Wajah Menteri BUMN, Erick Thohir, belakangan kerap muncul di sejumlah wilayah di Jawa Timur.

Menariknya, wajah Erick Thohir ini disandingkan dengan tokoh yang memang sudah sangat dikenal warga Jatim, Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa.

Baliho bergambar Erick Thohir yang disandingkan dengan Gubernur Jatim, Khofifah Indar Parawansa, terlihat di sejumlah sudut di Kota Madiun dan Kabupaten Madiun.


Baliho berlatar belakang hijau tersebut bertuliskan “Erick-Khofifah 2024, Erick Thohir-Khofifah Indar Parawansa” itu di antaranya terlihat di Jalan Basuki Rahmat, Kecamatan Kartoharjo, Kota Madiun.

Terkait hal ini, Ketua Bawaslu Kota Madiun, Kokok Heru mengatakan, saat ini belum masuk tahapan Pemilu 2024.

“Mereka belum siapa-siapa, karena masih jauh dari tahapan. Jadi bukan ranah Bawaslu karena kita bertindak sesuai tahapan (pemilu) yang mengiringinya,” jelas Kokok, kepada Kantor Berita RMOL Jatim di Madiun, Senin (14/2).

Menurut Kokok, baliho tersebut tak lebih dari reklame sehingga regulasi yang menaunginya adalah peraturan daerah.

“Regulasinya adalah Perda, sesuai pemasangan iklan dan izin dari DPMPTSP, harus membayar retribusi juga serta ditempatkan di lokasi yang telah ditentukan,” ujar Kokok.

Kokok menambahkan, Bawaslu hanya bisa menindak baliho yang masuk dalam kategori APK (Alat Peraga Kampanye) serta sudah masuk dalam tahapan Pemilu 2024.

Tahapan Pemilu 2024 sendiri akan dimulai pada Juni 2022 mendatang. Salah satunya penyusunan Peraturan KPU (PKPU), sosialisasi dan publikasi, dan bimbingan teknis.

“Jenis (baliho) yang masuk APK harus memenuhi kumulatif (indikator) yaitu ada nama, partai politik pengusung, dan ajakan memilih. Nah, kalau tidak ada kumulatif itu berarti masih bisa diperdebatkan,” terang Kokok.

Erick Thohir memang sempat mengunjungi Kota Madiun pada 6 Februari 2022. Kunjungan kerja itu dalam rangka mengisi kuliah umum di Universitas Merdeka Kota Madiun, dan menghadiri acara Pertamina di Hotel Aston, Jalan Mayjen Sungkono, Kecamatan Manguharjo.(ral/pojoksatu)