Polda Jabar Limpahkan Berkas Perkara Pinjol Ilegal Yogyakarta ke Kejaksaan, Termasuk Barang Bukti Ini

Kabid Humas Polda Jabar, Kombes Pol Ibrahim Tompo

POJOKSATU.id, BANDUNG- Pengungkapan kasus pinjaman online oleh Polda Jabar pada pertengahan Oktober 2021 lalu, siap dilimpahkan ke Kejaksaan.

Polda Jabar memastikan berkas perkara pinjaman online (pinjol) ilegal yang diungkap oleh Ditreskrimsus Polda Jabar di Yogyakarta akhirnya dilimpahkan ke kejaksaan.

Dalam pengungkapan kasus Pinjol ini, Ditreskrimsus Polda Jabar menetapkan delapan orang tersangka berinisial GT, MZ, AZ, RS, AB, EA, EM, dan RSO.

Kabid Humas Polda Jabar Kombes Pol Ibrahim Tompo menjelaskan, bahwa berkasnya sudah P21.


“Sudah dilimpahkan ke kejaksaan pada tanggal 9 Februari kemarin,” kata Kabid Humas Polda Jabar Kombes Ibrahim Tompo di Mapolda Jabar pada Kamis (10/2).

Selain berkas perkara, polisi juga akan melimpahkan barang bukti serta tersangka dalam kasus itu. Sejauh ini, belum ada tersangka tambahan dalam kasus itu. Adapun delapan orang itu dikenakan Pasal 48 ayat 2 jo Pasal 32 ayat 2, kemudian Pasal 50 Jo Pasal 34 ayat 1 huruf a, kemudian pasal 45 b Jo Pasal 29 tentang UU ITE dan diancam pidana kurungan hingga 10 tahun.

“Sementara ini yang P21 dalam satu rangkaian kejadian dari perusahaan pinjol tersebut, jadi ada 8 orang tersangkanya,” ucap dia.

Sebelumnya diberitakan, praktik pinjol ilegal itu terungkap setelah tim subdit V siber Direktorat Kriminal Khusus (Ditreskrimsus) Polda Jabar menggerebek sebuah ruko lantai tiga di Yogyakarta pada Kamis (14/10). Kasus itu berawal dari laporan seorang korban di Bandung.

Dalam pengungkapan tersebut, diamankan 86 orang debt collector pinjol yang menjalankan 23 aplikasi pinjol ilegal. Dari orang yang diamankan, sebanyak 8 orang ditetapkan tersangka. Mereka terdiri dari pimpinan dan staff di perusahaan.

(rif/pojoksatu)