Isu Jual Beli Jabatan Warnai Aksi Nakes Kota Bogor Pindah Ramai-ramai

Ilustrasi

POJOKSATU.id, BOGOR – Kesenjangan penghasilan tenaga kesehatan atau nakes Kota Bogor dengan pegawai negeri sipil atau PNS di instansi lain, seperti dinas, badan, kantor, kecamatan, dan kelurahan.


Banyak PNS nakes Kota Bogor pindah karena ingin mendapatkan tunjangan kinerja (tukin) atau Tambahan Penghasilan Pegawai (TPP), seperti yang diterima pegawai di instansi lain.

BACA: Tak Dapat Tukin, Nakes Puskesmas Kota Bogor Ramai-ramai Pindah


Beberapa nakes yang tekah pindah ke instansi lain mendapat promosi sebagai pejabat eselon IV di kelurahan dan kecamatan.

Dengan jabatan baru tersebut, nakes mendapatkan basic TPP sekitar Rp11-12 juta sebulan. Jika ditambah dengan gaji pokok untuk golongan IV yang rata-rata Rp4 juta sebulan, maka take home pay nakes tersebut mencapai Rp16 juta per bulan.

Isu jual beli jabatan pun mewarnai migrasi nakes ke instansi lain yang mendapatkan promosi jabatan.

Mereka disebut-sebut dibekingi oknum pejabat. Hanya nakes yang punya beking kuat yang bisa pindah.

BACA: Bukan Rp15 M, Segini Dana JKN Puskesmas Ngendap di Rekening Pemda Kota Bogor

Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Bogor memegang kendali rotasi nakes. Bahkan, Badan Kepegawaianan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) pun tak berdaya.

“Dari sekian banyak SKPD, Dinkes ini paling ketat. Punya aturan sendiri soal rotasi. Padahal kan rotasi dan mutasi harusnya diatur oleh BKPSDM,” ucap salah satu pejabat yang tidak mau disebutkan namanya.

“Dulu ada pegawai yang dipindahkan oleh BKPSDM ke instansi lain, tapi tidak mendapat izin dari Dinkes, akhirnya batal pindah,” tambahnya.