Bukan Rp15 M, Segini Dana JKN Puskesmas Ngendap di Rekening Pemda Kota Bogor

Tumpukan uang
Ilustrasi

POJOKSATU.id, BOGOR – Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Bogor mengakui dana sisa lebih penghitungan anggaran (Silpa) Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) masih mengendap di rekening Pemda Kota Bogor.

Silpa JKN senilai Rp8 miliar itu mengendap selama bertahun-tahun di rekening Pemda Kota Bogor karena menunggu regulasi.

BACA: 25 Puskesmas di Kota Bogor Sudah BLUD, Dana JKN Masih Diendapkan di Rekening Pemda, Berapa Bunganya?

Bunga silpa JKN itu akan menjadi pendapatan daerah. Hal itu seuai Peraturan Dalam Negeri Nomor 28 Tahun 2021 tentang Pencatatan Pengesahan Dana Kapitasi Jaminan Kesehatan Nasional pada Fasilitas Kesehatan Tingkat Pertama Milik Pemerintah Daerah.


Pada Pasal 14 disebutkan, dalam hal terdapat bunga, jasa giro, dan/atau imbalan lainnya atas Dana Kapitasi JKN yang disimpan pada bank sebagaimana dimaksud pada ayat (1), bunga, jasa giro, dan/atau imbalan lainnya menjadi pendapatan daerah sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan.

Sekretaris Dinkes Kota Bogor, dr Erna Nuraena mengatakan silpa kapitasi JKN akan segera dikembalikan ke masing-masing puskesmas.

Dinkes saat ini sedang dalam proses membuatkan sub kegiatan dan sistem informasi pengelolaan dana kapitasi JKN atau Sistem Informasi Pembangunan Daerah (SIPD).

BACA: Dinkes Kota Bogor Ungkap Penyebab Kesenjangan Penghasilan Nakes Puskesmas

Dokter Erna mengatakan pengembalian dana kapitasi JKN ke puskesmas harus sesuai regulasi.

Menurutnya, dana kapitasi JKN bisa dikembalikan seluruhnya ke puskesmas karena semua puskesmas di Kota Bogor sudah berstatus Badan Layanan Umum Daerah (BLUD).

“Silpa JKN itu beruntung kita sudah BLUD. Kalau enggak BLUD, Rp8 miliar itu hangus, balik ke BPJS,” ucap dr Erna.

“Jadi sangat beruntung 2020 semua puskesmas itu di-BLUD-kan, sehingga silpa ini bisa dikembalikan ke puskesmas. Tapi namanya keuangan negara, ada prosesnya, ada penatausahaannya,” tambah dr Erna.