Dinkes Kota Bogor Ungkap Penyebab Kesenjangan Penghasilan Nakes Puskesmas

Sekretaris Dinas Kesehatan dr Erna Nuraena.

POJOKSATU.id, BOGOR – Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Bogor membeberkan penyebab terjadinya kesenjangan penghasilan tenaga kesehatan atau nakes puskesmas hingga menimbulkan kecemburuan sosial.


Dinkes Kota Bogor menyebut take home pay atau penghasilan nakes puskesmas Kota Bogor bervariasi, tidak merata. Ada yang penghasilannya kecil, adapula yang besar.

BACA: Tak Dapat Tukin, Nakes Puskesmas Kota Bogor Ramai-ramai Pindah


Hal itu terjadi lantaran jasa pelayanan (jaspel) yang bersumber dari kapitasi Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) berbeda-beda untuk setiap puskesmas.

Besaran jaspel ditentukan berdasarkan jumlah peserta BPJS Kesehatan yang terdaftar di masing-masing puskesmas. Semakin banyak peserta BPJS Kesehatan, semakin besar kapitasi JKN yang diterima.

Sekretaris Dinkes Kota Bogor dr Erna Nuraena mengatakan, yang mengemuka sekarang ini sebetulnya adalah adanya kesenjangan antar puskesmas satu dengan puskesmas lain terkait jaspel.

“Ada dokter yang dapatnya Rp11 juta, ada yang dapatnya Rp10 juta, ada yang dapatnya sekian, itu yang mengemuka,” kata dr Erna kepada Pojoksatu.id.

BACA: Wow! Ada ASN Kota Bogor Terima Gaji Dan Tukin Rp32 Juta Perbulan

Kedua, kesenjangan antara nakes puskesmas dengan pegawai Dinkes. Pegawai Dinkes dapat tukin, sementara nakes puskesmas tidak. Sebab, puskesmas sudah mendapatkan jaspel.