Pengacara Edy Mulyadi Klaim Segera Ajukan Penangguhan Penahanan, tapi Polri Malah Bilang Begini

Edy Mulyadi di Bareskrim Polri, Senin (31/1/2022). Foto: Firdausi/PojokSatu.id

POJOKSATU.id, JAKARTA- Bareskrim Polri belum menerima surat penangguhan penahanan tersangka Edy Mulyadi terkait kasus ujaran kebencian jin buang anak.


Pihak Eddy Mulyadi sendiri mengklaim akan mengajukan penangguhan penahanan sebagai bentuk perlawana hukum.

“Permohonan penangguhan penahanan (Edy Mulyadi) sampai saat ini penyidik belum menerima,” kata Karo Penmas Divisi Humas Polri Brigjen Pol Ahmad Ramadhan di Bareskrim Polri, Jakarta Selatan Jumat (4/2/2022).


Kendati demikian, kata Ramadhan, penyidik tengah mengebut berkas perkara untuk segera dikirimkan ke Kejaksaan.

Namun Ramadhan belum membeberkan kapan berkas tersangka Edy Mulyadi itu disidangkan.

“Sampai saat ini penyidik masih melengkapi berkas penyidikan Edy Mulyadi,” ujarnya.

Sebelumnya, salah satu pengacara Edy Mulyadi, Juju Purwantoro mengatakan pihaknya segera akan mengajukan penangguhan penahanan.

“Penangguhan penahanan (Edy Mulyadi) segera diajukan,” kata Juju saat dihubungi Pojoksatu.id, Rabu (2/2/2022).

Juju belum membeberkan secara detail kapan penangguhan diajukan, namun hingga saat ini kliennya masih dilakukan Berita Acara Pemeriksaan (BAP) lanjutan.

Bareskrim Polri sendiri telah menetapkan tersangka Edy Mulyadi terkait kasus ujaran kebencian Ibu Kota Negara (IKN) baru sebagai ‘tempat jin buang anak’.

Dari penetapan tersangka, Edy Mulyadi langsung dilakukan penahanan selama 20 hari kedepan terhitung sejak Senin (31/1/2022).

Atas ulahnya melakukan ujaran kebencian Edy Mulyadi dikenakan Pasal 45 a ayat 2 juncto Pasal 28 ayat 2 Undang-Undang ITE juncto Pasal 14 ayat 1 dan ayat 2 juncto Pasal 15 Undang-Undang Perhimpunan Hukum Pidana juncto Pasal 156 KUHP dengan ancaman 10 tahun penjara.

(fir/pojoksatu)