Soal Tukang Siomay Minum Darah Bocah Korban Perkosaan, Begini Kata PPA Polres Jaksel

Pencabulan anak
ilustrasi

POJOKSATU.id, JAKARTA- Polisi menyebut kalau tukang siomay dengan inisial K yang mencabuli anak gadis 6 tahun hingga berkali-kali, tidak meminum darah yang keluar dari kemaluan gadis itu.


“Itu tidak benar sama sekali,” kata Kepala Unit PPA Polres Metro Jakarta Selatan, Komisaris Polisi Nunu kepada wartawan, Kamis 3 Februari 2022.

Hal tersebut dipastikan dari pemeriksaan beberapa saksi.


Salah satunya adalah ibunda korban. Ibu korban, lanjut Nunu, juga bingung kenapa ada isu tersebut. Menurut ibu korban, anaknya cuma mengaku dicabuli berkali-kali.

“Keterengan (minum darah) tidak ada yang menuangkan seperti itu. Bahkan, tadi pun saya konfirmasi ibunya ‘kok ada keterangan seperti ini iya bu’, sedangkan kami kemarin memberi ket ibu tidak ada seperti ini’. Dijawab ‘saya juga gak tahu bu kenapa beritanya seperti ini’. Jadi, gak ada itu minum-minum darah,” katanya.
Sebelumnya diberitakan, seorang bocah berusia 6 tahun berinisial ZF diduga jadi korban kekerasan seksual oleh tetangganya hingga berkali-kali. Yang mengerikan disebutkan keluarganya bahwa darah bekas pencabulan diduga ditenggak oleh terduga pelaku yang berinisial K alias Tebet.

Menurut ayah korban, MBR menyebut pemerkosaan ini berlangsung di kontrakannya sendiri di kawasan Jagakarsa, Jakarta Selatan. MBR mengaku dirinya memang kerap meninggalkan sendiri buah hatinya di kontrakan lantaran pekerjaannya.

Hal ini terkuak setelah ZF bercerita pada tetangga sekitar. Kemudian barulah ZF mengadu kepada ayahnya.

“Setelah disetubuhi, celana dalam anak saya dicuci terus diperas (airnya) dimasukin botol terus diminum,” ujar MBZ kepada wartawan, Minggu 30 Januari 2022.

(dhe/pojoksatu)