Pasca Pengusiran Susi Air di Malinau, Donal Fariz Sampaikan Kabar Buruk Ini

Pesawat Susi Air di Malinau dikeluarkan paksa

POJOKSATU.id, JAKARTA- Susi Air menyampaikan kabar buruk pasca dilakukannya pengusiran paksa maskapainya di Hangar Malinau, Kalimantan Utara.

Kabar buruk tersebut terjadinya kerusakan dan kerugian akibat pengusiran secara paksa tersebut.

Pihak maskapai Susi Air pun tengah melakukan inventarisasi secara detail berapa kerugian dan kerusakan yang dialami.

Demikian disampaikan Kuasa Hukum Maskapai Susi Air Donal Fariz dalam keterangannya tertulisnya kepada wartawan, Kamis (3/2/2022).


“Susi Air sedang inventarisasi data-data kerusakan dan kerugian akibat pengusiran paksa di Hangar Malinau,” ujarnya.

Kendati demikian, bukan kerusakan dan kerugian yang utama jadi ke khawatiran maskapai Susi Air.

Namun, adanya pihak yang diduga menggunakan wewenang dan kekuasaan dengan dilakukannya pengusiran secara paksa.

“Ini yang lebih kami khawatirkan, resiko terganggunya pelayanan ke masyarakat Malinau dan sekitarnya akibat tindakan yang terkesan ‘Show Off Power’ kemarin,” ucapnya.

Menurut Donal, pihak yang menggunakan kekuasaan tersebut tidak memifikiran dampak negatifnya terhadap masyarakat Malinau.

Padahal, Susi Air sudah bertahun-tahun melayani rute penerbangan untuk masyarakat disekitar tersebut.

“Ini yang mungkin tidak difikirkan oleh pihak-pihak yang menggunakan kekuasaan secara sepihak. Justru masyarakat Malinau dan sekitarnya terganggu akibat pengairan itu,” tandas Donal.

Sebelumnya, Susi Pudjiastuti selaku pemilik masaikap penerbangan Susi Air mengaku terkejut dengan pungisaran paksa tersebut.

Pasalnya, pihaknya sudah sejak 10 tahun terakhir menyewa hangar tersebut untuk melayani penerbangan di Wilayah Kalimantan Utara.

“Seringkali ada kejutan dalam hari-hari kita. Kejutan hari ini, saya y dapat video dari anak saya tentang pesawat Susi Air dikeluarkan paksa oleh sekumpulan Satpol PP dari Hanggar Malinau,” cuit Susi dikutip PojokSatu.id, Rabu (2/2/2022).

Ia mengatakan, masyarakat Malinau akan meresa dirugikan akibat dampak pengusiran paksa tersebut.

Sosok yang dikenal dengan aksi penenggelaman kapal asing maling ikan di perairan Indonesia itu tak habis pikir dengan aksi pengusiran tersebut.

“Kuasa, wewenang, begitu hebatnya. Apa yang kau lakukan 10 tahun terbang dan melayani wilayah Kaltara yang sulit dijangkau, ternyata..,” sesal Susi.

Mantan Menteri KKP ini kemudian mengungkap kejanggalan pengusiran pesawat Susi Air dari Malinau.

“Persoalan: Susi Air sudah mengajukan perpanjangan beberapa kali sejak November tapi akhirnya ditolak,” bebernya.

Kendati demikian, pihaknya tak mengetahui persis alasan penolakan perpanjangan sewa itu.

“Karena apa ditolak? Susi Air tdk tidak tahu. Itu kekuasaan dan wewenang Pemda Malinau,” tulis Susi.

Perempuan asal Pangandaran ini juga mengungkap keanehan.

“Hal yang aneh karena 10 tahun ini perpanjangan tidak pernah ada masalah. Sudah 10 tahun harus terbang perintis di Kaltara,” ungkap Susi.

Susi lantas mengungkap kejadian serupa yang pernah dialami pada 2010 lalu saat Susi Air diusir dari Nabire.

“Sebab Bupatinya marah ajudannya tidak dapat kursi karena tiketnya memang sudah terjual semua,” bebernya.

“Kami tawarkan di flight kedua tidak mau. Akhirnya ya sudah kami pergi. Kelihatannya bisnis dan investasi di daerah masih tergantung pejabat daerah,” tandas Susi Pudjiastuti.

(muf/ruh/pojoksatu)