Edy Mulyadi Ditahan Polisi, MPR Siap Kawal Proses Hukumnya, Katanya: Sudah Tepat Demi Keamanan

Edy Mulyadi di Bareskrim Polri, Senin (31/1/2022). Foto: Firdausi/PojokSatu.id

POJOKSATU.id, JAKARTA- Wakil MPR RI Jazilul Fawaid menyatakan siap mengawal proses hukum tersangka kasus ujaran kebencian Edy Mulyadi.


“Kita awasi proses hukumnya agar berjalan adil dan terbuka,” ujarnya dihubungi, Selasa (1/2/2022).

Menurut pria akrab dipanggil Gus Jazil itu penahanan caleg Partai Keadilan Sejahtera (PKS) pada tahun 2019 itu sudah pas.


“Penahanan Edy Mulyadi sudah tepat oleh polisi demi rasa keamanan,” ungkapnya.

Gus Jazil juga mengapresiasi kepolisian karena bergerak cepat memproses pertanyaan Edy Mulyadi yang membuat rasah masyarakat Kalimantan.

“Kita apresiasi kerja kepolisian,” tutur Wakil Ketua Umum Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) itu.

Sebelumnya, Bareskrim Polri menetapkan Edy Mulyadi sebagai tersangka kasus ujaran kebencian terkait lokasi Ibu Kota Negara (IK) ‘tempat jin buang anak’

Dari penetapan tersangka, Edy Mulyadi langsung dilakukan penahanan selama 20 hari kedepan.

Hal tersebut disampaikan Karo Penmas Divisi Humas Polri Brigjen Pol Ahmad Ramadhan di Bareskrim Polri, Jakarta SelatanSenin (31/1/2022).

“Saudara EM, penyidik menetapkan status dari saksi menjadi tersangka, langsung ditahan,” ujarnya.

Menurut Ramadhan penetapan tersangka sudah melalui proses gelar perkara.

Dari hasil gelar perkara, penyidik menyita akun youtube yang bersangkutan.

“Sudah gelar perkara, akun YouTube dengan channel milik yang bersangkutan Bang Edy Channel disita,” jelasnya.

Atas ulahnya melakukan ujaran kebencian Edy Mulyadi dikenakan:

Pasal 45 a ayat 2 juncto Pasal 28 ayat 2 Undang-Undang ITE juncto.

Kemudian Pasal 14 ayat 1 dan ayat 2 juncto Pasal 15 Undang-Undang Perhimpunan Hukum Pidana juncto Pasal 156 KUHP.

“Ancaman 10 tahun ya, masing-masing pasal ada. Tapi ancaman 10 tahun,” ujar Ramdhan.

(muf/fir/pojoksatu)