Boy Rafli Amar Sebut Pesantren Terafiliasi Kelompok Teroris, DPR RI: Pernyataannya Bikin Resah dan Merugikan Pondok Pesantren

Kapolda Papua, Irjen Boy Rafli Amar
Kapolda Papua, Irjen Boy Rafli Amar

POJOKSATU.id, JAKARTA- Pondok pesantren merupakan salah satu pendidikan yang mengajarkan nilai-nilai kesilman kini nama baiknya tercoreng.


Pasalnya, Kepala Badan Nasional Penanggulangan Teroris (BNPT) Boy Rafli Amar menuding pondok pesantren tanpa bukti yang konkret.

Itu terkait ada 199 pondok pesantren yang terafiliasi kelompok teroris.


Hal tersebut disampaikan anggota Komisi II DPR RI Fraksi Partai Amanat Nasional (PAN) Guspardi Gaus kepada wartawan di Jakarta, Selasa (1/2/2022).

“Pernyataan Kepala BNPT tersebut telah membuat resah masyarakat serta merugikan pondok pesantren sebagai lembaga pendidikan Islam,” ujarnya.

Menurut Guspardi, seharusnya Boy Rafli menyelidiki kebenaran informasi tersebut sebelum membeberkan kepada publik.

“Penyebutan sebuah lembaga pesantren yang berafiliasi dengan gerakan terorisme harus benar-benar terverifikasi,” ucapnya.

Baik itu secara data, mekanisme, kriteria dan indikator dengan jelas, terukur dan akurat untuk penetapannya terafilasi gerakan atau kelompok terorisme.

Jika hanya masih dugaan, lanjut anak buah Zulkifli Hasan itu sebaiknya BNPT menyelidiki lebih mendalam lagi.

Sebelumnya, BNPT mencatat sedikitnya 199 pondok pesantren terafiliasi dengan sejumlah organisasi teroris.

Baik dalam dan luar negeri termasuk ISIS.

Hal itu disampaikan Kepala BNPT, Komjen Boy Rafli Amar dalam rapat dengan Komisi III DPR, Selasa (25/1).

Namun, Boy Rafli Amar tak mengungkap lebih lanjut terkait identitas atau nama pesantren yang dimaksud.

“Kami menghimpun Ponpes kami duga terafiliasi dan tentunya ini juga merupakan bagian upaya-upaya dalam konteks Intel pencegahan yang kami laksanakan di lapangan,” Katanya.

Boy mengungkap, dari total 199 pesantren tersebut, 11 di antaranya terafiliasi dengan jaringan organisasi teroris Jamaah Anshorut Khilafah (JAK).

68 pesantren terafiliasi dengan Jemaah Islamiyah (JI), dan 119 terafiliasi dengan Anshorut Daulah atau simpatisan ISIS.

Selain pesantren, BNPT, Boy juga memetakan sejumlah rumah singgah di daerah yang diduga milik jaringan teror.

Rumah tersebut tersebar di beberapa daerah di Jawa Barat seperti Depok, Karawang, dan Cilacap.

Di Kota Depok, BNPT ada rumah singgah terafiliasi kelompok teror yang turut mengelola a10 kontrakan, kendaraan, dan tiga unit usaha makanan hingga toko herbal.

Kemudian, Cikampek, Karawang, rumah singgah milik kelompok teror mengelola sedikitnya 30 kontrakan.

Tujuh unit kendaraan, dan dua unit usaha sembako dan konveksi pakaian.

Lalu di Cilacap, Jawa Tengah, rumah singgah tersebut mengelola tiga kontrakan dan beberapa unit kendaraan bermotor.

Rumah singgah tersebut juga terdeteksi berada di kawasan Solo, dengan mengelola model usaha serupa.

(muf/pojoksatu)