Kapolda Metro Sebut Perkara Pinjol Bukan Hanya Menjerat Korban, Tapi Pekerjanya

Kapolda Metro Jaya Irjen Fadil Imran (jpnn)

POJOKSATU.id, JAKARTA- Pasca penggerebekan kantor pinjaman online ilegal (pinjol) di PIK, Jakarta Utara, Kapolda Metro Jaya, Inspektur Jenderal Polisi Fadil Imran mengaku langsung berdiskusi dengan jajaran Direktorat Reserse Kriminal Khusus Polda Metro Jaya.

Menurut Kapolda, pinjol seperti layaknya lingkaran setan yang menyulitkan korban hingga pelaku itu sendiri.

“Ada sisi lain dibalik karyawan pinjol ilegal, bagaikan lingkaran setan yang menjerat pelaku maupun korban. Manusia dipaksa menjadi srigala bagi sesamanya. Ini adalah kejahatan berat,” ujar Fadil seperti dikutip dari akun Instagramnya, Senin 31 Januari 2022.

Fadil menceritakan kisah seorang ibu yang mencari anaknya usai beberapa saat pihaknya menggerebek kantor pinjol ilegal di PIK itu.


Ibu itu datang ke kantor anaknya dan mencari. Sang anak disebut Fadil mengaku jika kantornya legal dan terdaftar di Otoritas Jasa Keuangan pada sang ibu.

Anaknya kerja di kantor pinjol karena ayahnya meninggal dunia lantaran terpapar COVID-19.

“Sang anak selalu meyakinkan ibunya kalau kantor barunya tersebut adalah ‘OJK’. Mendengar jawaban anaknya, sang ibu berusaha percaya,” kata dia.

Pada hari penggerebekan, ibu itu lantas minta anaknya agar tak masuk kerja lantaran kesehatan sang anak, tapi, anaknya itu keukeuh tetap ke kantor dengan alasan akhir bulan.

Akhirnya, sang ibu mendengar kabar soal kantor pinjol ilegal sehingga membuat dia mencari anaknya.

“Firasatnya benar, sore kemarin dengan mata kepala sendiri ia melihat kantor tempat anaknya bekerja sedang diamankan. Sekecewa apapun dengan anaknya, sang ibu tetap menanyakan anaknya ‘apakah sudah minum obat?’ Apakah sudah makan nak?’ Dengan sesak tangis tak terbendung dan berakhir ketika sang anak meminta ibu untuk pulang ke rumah sampai proses pendataan selesai. Dengan berat hati sang ibu meninggalkan TKP sambil menangis,” kata Fadil.

Lebih lanjut mantan Kapolda Jawa Timur itu mengatakan, persoalan pinjol ilegal tak bisa dipandang sebelah mata.

Dirinya mengatakan jika pinjol ilegal bakal menjerat pekerja atau pelaku dan para korbannya.

“Mari kita saling mengingatkan, evaluasi diri, saling menjaga, saling membantu dan memutus lingkaran setan ini,” katanya lagi.

(dhe/pojoksatu)