Kasus Covid-19 Kota Bogor Naik 1.000 Persen, 9 Sekolah Ditutup

Pelaksanaan PTM Terbatas di SD Kedung Jaya 1. (Dok Radar Bogor)

POJOKSATU.id, KOTA BOGOR – Kasus Covid-19 Kota Bogor naik 1.000 persen selama sepekan terakhir. Hal itu ia sampaikan dalam diskusi virtual bertajuk Menahan Gelombang Omicron pada Sabtu (29/1).


“Dalam satu minggu itu, kenaikan dari 9 kasus menjadi 99 kasus. Artinya kalau dipersentasekan 1.000 persen,” ucap Dedie.

BACA: Kasus Covid-19 Naik Lagi, ASN Penerima Tukin Diminta Gantikan Nakes Kota Bogor, Ini Penyebabnya


Menurut Dedie, jika dilihat dari gejalanya, warga Kota Bogor itu terpapar Covid-19 varian Omicron.

Beberapa tenaga kesehatan atau nakes Kota Bogor ikut tertular, di antaranya dokter dan perawat.

Selain tenaga kesehatan, para guru dan siswa yang melaksanakan pembelajaran tatap muka (PTM) juga tertular.

Sebanyak 36 guru dan siswa terpapar Covid-19 di sembilan sekolah, mulai dari SD hingga SMA.

Sembilan sekolah itu yakni SMA Regina Pacis satu orang, SMAN 6 (15 orang), SMA Bina Insani (10 orang), SMAN 2 (satu orang), SMAN 1 (dua orang), SMPN 6 (empat orang), SMPN 2 dan SMPN 3 (masing-masing satu orang), dan SD Julang (satu orang).

BACA: Tak Dapat Tukin, Nakes Puskesmas Kota Bogor Ramai-ramai Pindah

Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Bogor, dr Sri Nowo Retno mengatakan kasus positif yang ditemukan di lingkungan sekolah di Kota Bogor masih dalam tracing.

“Untuk SMAN 6, (ditemukan) 15 kasus terdiri dari guru dan murid,” kata dr Retno saat dikonfirmasi Radar Bogor (grup Pojoksatu.id) pada Minggu (30/1/2022).

Menurutnya, jumlah kasus terpapar Covid-19 masih berpeluang bertambah.

Retno sudah melaporkan kejadian tersebut ke ketua Satgas Covid-19 Kota Bogor sebagai bahan pertimbangan untuk menentukan kebijakan ke depan.

“Sudah saya sampaikan ke ketua satgas untuk bahan pertimbangan kebijakan PTMT (pembelajaran tatap muka terbatas),” kata Retno.

Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan (kadisdik) Kota Bogor Hanafi mengatakan ada beberapa sekolah yang dilaporkan terpapar Covid-19.

Mantan Kepala Bappeda Kota Bogor itu menambahkan, saat ini seluruh sekolah yang ditemukan kasus Covid-19 dihentikan sementara dan mengganti kebijakan pembelajaran jarak jauh atau (PJJ).

“Sekolah yang ditemukan ada kasus terpapar Covid-19 langsung daring,” ucap Hanafi.

Untuk sekolah yang lain masih berjalan, sebelum ada kebijakan lain dari Satgas Covid-19 Kota Bogor.

“Untuk PTM masih menerapkan 50 persen dengan prokes ketat, sebelum ada kebijakan lain dari Satgas Covid,” tandas Hanafi.

Berdasarkan data Covid-19 Kota Bogor yang dikutip dari http://www.covid19.kotabogor.go.id pada Minggu (30/1), kasus Covid-19 di Kota Bogor sebanyak 38.188 kasus. Sebanyak 37.194 sembuh, 530 orang meninggal dan 464 menjalani perawatan di rumah sakit. (ded/one/radarbogor)