Miris, Ketimpangan Tunjangan Nakes dan ASN Kota Bogor Terjadi Sejak 2019

Karnain Asyhar

POJOKSATU.id, BOGOR – Ketimpangan tunjangan ASN tenaga kesehatan (nankes) dan ASN Kota Bogor non nakes sudah terjadi sejak 2019.

Tunjangan kinerja (tukin) yang diterima ASN Kota Bogor per bulan rata-rata Rp7-9 juta untuk PNS golongan III. PNS Golongan IV lebih besar lagi.

Sementara nakes hanya mendapatkan tunjangan perbaikan penghasilan (TPP) rata-rata Rp2 juta plus jasa pelayanan (jaspel) dari kapitasi JKN. Ada nakes yang mendapatkan jaspel hanya Rp700 ribu perbulan.

Informasi yang dihimpun, beberapa dokter puskesmas sempat menghadap ke Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Bogor. Mereka mengusulkan agar nakes diberikan tukin seperti ASN di instansi lain.


Namun jawaban kepala Dinas Kesehatan (Kadinkes) saat itu di luar dugaan. Kadinkes justru mengarahkan dokter pindah ke puskesmas lain yang kapitasinya lebih besar agar bisa mendapatkan penghasilan lebih baik.

“Seharusnya Dinkes memperjuangkan kesejahteraan nakes, bukan malah memberikan jawaban seperti itu,” ucap seoarang nakes yang enggan disebutkan namanya.

BACA: Begini Cara Menghitung Jaspel Nakes, Jomplang dengan Tukin PNS Kota Bogor

Ketua Komisi IV DPRD Kota Bogor, Karnain mengaku sudah lama mengetahui ketimpangan tunjangan nakes dengan ASN Kota Bogor.

Menurut Karnain, ketimpangan itu terjadi sejak Dinkes masih dipimpin dr Rubaeah yang pensiun pada 2019.

“Sebenarnya walaupun saya baru periode ini masuk dewan, dan tahun ini masuk Komisi 4, isu ketimpangan tunjangan sudah sejak dr Rubaeah sebagai Kadinkes,” ucap Karnain kepada Pojoksatu.id pada Jumat (28/1).

Ketua Fraksi Partai Keadilan Sejahtera (FPKS) DPRD Kota Bogor ini mengatakan ketimpangan tunjangan nakes dan PNS Kota Bogor merupakan isu lama yang kebetulan disegarkan kembali.

BACA: Tidak Adil Gaji PNS Kota Bogor Rp12 Juta, Nakes Cuma Rp7 Juta

Komisi IV akan gerak cepat untuk merespons keluhan para nakes Kota Bogor dengan memanggil Kepala Dinas Kesehatan.

Menurut Karnain, Badan Musyawarah (Bamus) DPRD Kota Bogor akan melakukan rapat pada Senin, 30 Januari 2022. Bamus akan menyusun agenda kegiatan DPRD.

“Dari hasil rapat Bamus nanti Komisi 4 akan segera rapat internal untuk menyusun kegiatan Rapat Komisi denga mitra kerja, termasuk dengan Dinkes,” tegas Karnain.

“Dalam waktu dekat insya Allah terjadwal rapat komisi 4 dengan Dinkes, juga dengan mitra kerja lainnya,” tandas Karnain.

BACA: Tak Dapat Tukin, Nakes Puskesmas Kota Bogor Ramai-ramai Pindah

Ketimpangan pengasilan nakes dan PNS Kota Bogor ini tidak sejalan dengan visi dan misi Wali Kota Bogor Bima Arya yang ingin mewujudkan masyarakat sehat dan cerdas.

“Sebagai bagian dari ASN Pemkot Bogor harus secara utuh memahami visi Kota Bogor, semua berawal dari visi, diturunkan dari visi dan semua digerakkan serta didorong oleh visi,” ucap Bima Arya saat memimpin pengambilan sumpah/janji PNS Kota Bogor pada Selasa (25/1/2022).

Dikatakan Bima Arya, Kota Bogor sebagai kota untuk keluarga diturunkan menjadi misi yang dijabarkan melalui kegiatan-kegiatan dan target.

“Kota keluarga itu visinya, misinya mewujudkan masyarakat yang sehat, cerdas dan sejahtera,” tutur Bima Arya. (one/pojoksatu)