Sebulan Usai Tahun Baru, Kasus Omicron Melonjak di Jakarta, Begini Tanggapan Wagub DKI

ilusstrasi Covid-19 varian Omicron. Foto net

POJOKSATU.id, JAKARTA – Kasus positif Omicron melonjak di DKI Jakarta. Hingga Jumat (28/1) sudah menembus angka 2.404 orang. Wagub DKI DKI Jakarta Ahmad Riza Patria sudah angkat bicara.

Diketahui, DKI Jakarta mencatat jumlah kasus kasus positif Omicron 2.404 orang hingga Jumat.

Wagub DKI Jakarta Ahmad Riza Patria ikut menyoroti penambahan kasus Omicron yang kini lebih banyak transmisi lokal ketimbang kasus impor.

Dimana dari 2.404 orang yang terinfeksi, sebanyak 1.309 orang adalah pelaku perjalanan luar negeri, sedangkan 1.095 lainnya adalah transmisi lokal,”


“Kemudian yang perlu kami sampaikan juga adalah terkait Omicron 2.404, kasus impor 1.309, lokal 1.095 orang,” jelas di Kramat Senen, Jakarta Pusat, Jumat (28/1/2022).

“Ini sudah mendekati nih, tadinya didominasi oleh kasus impor dari luar negeri, sekarang importnya meningkat sudah 45 persen,” kata Riza lagi.

Wagub Riza mewanti-wanti supaya perkantoran mulai menerapkan sistem kerja dari rumah atau work from home bagi karyawannya.

“Jadi harus hati-hati, seperti yang sudah disampaikan, Pak Jokowi berkali-kali mengatakan jangan keluar rumah, bahkan bekerja pun di kalau bisa dari rumah, ya dari rumah,” jelasnya.

Wagub Riza melaporkan keterisian tempat tidur RS rujukan COVID-19 di Jakarta masih di angka 45%, sedangkan tempat tidur ICU 14%.

Riza menyebut, keterisian tempat tidur RS COVID Jakarta masih dikatakan aman selama tak menyentuh angka 65%.

“BOR meningkat dari 3.992 yang terpakai 1.756 itu ada peningkatan beberapa minggu ini 45 persen batasannya itu jangan sampai 65 persen,” tandasnya.

“ICU nya dari 611 itu terpakai 86 ada 14 persen ini data yang ada,” lanjutnya.

DKI Jakarta pada Kamis (27/1/2022) lalu mencatatkan total 2.404 kasus varian Omicron. Sementara itu, jumlah kasus aktif COVID-19 mencapai 16.330 mencakup pasien yang dirawat maupun isolasi.

“Perlu digaris bawahi bahwa 15.451 orang dari jumlah kasus aktif (90,9 persen) merupakan transmisi lokal, sedangkan sisanya adalah pelaku perjalanan luar negeri,” jelas Kabid Pencegahan dan Pengendalian Penyakit, Dinas Kesehatan Provinsi DKI Jakarta, Dwi Oktavia, dalam siaran pers.

Terkait lonjakan kasus Omicron, DKI hingga saat ini mencatatkan total 2.404 kasus konfirmasi positif.

“Dari 2.404 orang yang terinfeksi, sebanyak 1.309 orang adalah pelaku perjalanan luar negeri, sedangkan 1.095 lainnya adalah transmisi lokal,” jelas Dwi Oktavia disitat dari detikcom

(ra/int/pojoksatu)