Masyarakat dan Petani Penggarap Desa Batulawang Jengah Banyak Spekulan Tanah

Warga dan petani penggarap lahan HGU PT MPM di Desa Batulawang, Kecamatan Cipanas, Kabupaten Cianjur. Mereka selama ini sudah bermitra untuk menggarap lahan HGU tersebut.

Apalagi yang jelas dirugikan adalah warga dan petani penggarap karena menjadi resah.


“Tolonglah, masyarakat yang sudah bermitra dengan PT MPM jangan diprovokasi terus. Mereka ini ingin usaha dengan cara yang benar,” tegasnya.

Habib Karim berharap, hibah sebagian lahan HGU untuk pondok pesantren modern di bawah payung Yayasan Al Mutahar juga bisa secepatnya direalisasikan.


Dalam hal itu, pihaknya bekerja sama dengan Ponpes Darussalam Al Mubarok milik para mantan napi terorisme untuk mencerdaskan umat.

“Terus terang kami menunggu kapan implementasi program redistribusi lahan HGU ini. Kami sangat berharap karena kami tidak mungkin membangun pesantren tanpa legalitas,” ujarnya.

Sementara, kuasa hukum PT MPM, Parlindungan Panjaitan mendesak BPN agar redistribusi lahan sebagian HGU yang sudah disepakati bersama dalam program tanah obyek reforma agraria segera direalisasikan.

Terlebih, warga dan petani penggarap sudah menunggu sejak tiga tahun lalu.

“Mohon kepada para pemegang otoritas redistribusi lahan HGU, BPN, Bupati maupun Tim GTRA agar segera merealisasikan program tersebut. Masyarakat Desa Batulawang ingin segera mendapat haknya dan kepastian hukum untuk bisa memanfaatkan lahan redis tersebut,” ujarnya.

Pihaknya menegaskan tak segan menempuh jalur hukum terhadap para spekulan yang merugikan perusahaan dan masyarakat mitra.

“Sudah ada beberapa oknum yang kami laporkan ke Polda Jabar dan kasusnya sedang di tangani,” bebernya. (*/ruh/pojoksatu)