Kasus Covid-19 Naik Lagi, ASN Penerima Tukin Diminta Gantikan Nakes Kota Bogor, Ini Penyebabnya

Kantor Dinas Kesehatan Kota Bogor.

POJOKSATU.id, BOGOR – Perlakuan tidak adil terhadap tenaga kesehatan atau nakes Kota Bogor seperti bola panas yang terus menggelinding.


Para nakes Kota Bogor kecewa lantaran Pemkot Bogor tidak memberikan perhatian.

BACA: Tak Dapat Tukin, Nakes Puskesmas Kota Bogor Ramai-ramai Pindah

Pemkot Bogor justru mengistimewakan PNS yang bekerja dari rumah atau work from home (WFH) saat Covid-19 mewabah.


Mereka diberikan tunjangan kinerja (tukin) rata-rata Rp7-9 juta untuk PNS golongan III. PNS golongan IV lebih besar lagi. Jika ditambah dengan gaji pokok, pengasilan ASN golongan III dan IV rata-rata Rp12-15 juta per bulan.

Keistimewaan yang diberikan kepada ASN yang WFH membuat para nakes kecewa. Sebab, mereka tidak diberikan tukin seperti yang diterima oleh ASN di instansi lain.

Nakes hanya diberikan jasa pelayanan (jaspel) dari kapitasi Jaminan Kesehatan Nasional (JKN). Nilainya jauh lebih kecil dibandingkan tukin.

Ada nakes yang mendapatkan jaspel hanya Rp700 ribu per bulan. Padahal, mereka merupakan garda terdepan dalam penanganan Covid-19. Tak sedikit nakes jadi korban keganasan Covid-19.

BACA: Tidak Adil Gaji PNS Kota Bogor Rp12 Juta, Nakes Cuma Rp7 Juta

Kini, kasus Covid-19 naik lagi. Total kasus terkonfirmasi positif di Kota Bogor sebanyak 37.883 kasus. Dari jumlah itu, 37.174 sembuh, 530 meninggal dunia dan 179 orang menjalani isolasi dan perawatan di rumah sakit.

Beberapa nakes Kota Bogor juga terkonfirmasi positif. Bahkan ada seorang dokter dan keluarganya dinyatakan positif. Padahal sudah vaksin booster.

Di tengah meningkatnya kasus Covid-19, para ASN penerima tukin diminta turun tangan menggantikan nakes.

“Mereka yang diistimewakan, diberikan tukin sangat besar. Padahal, kami yang babak-belur di lapangan tangani Covid-19. Seharusnya mereka turun ke lapangan menggantikan kami,” cetus salah satu nakes yang tidak disebutkan namanya.

Ia menanggapi pernyataan Sekretaris Dinkes Kota Bogor, dr Erna Nuraena yang mengatakan nakes Kota Bogor tidak diberikan tukin karena sudah mendapatkan tunjangan perbaikan penghasilan (TPP) dan jaspel.

Menurutnya, semua ASN Kota Bogor menerima TPP, termasuk ASN penerima tukin. TPP masuk dalam komponen tukin yang diterima PNS non nakes.

Soal insentif Covid, dia menyebut hanya temporal atau sementara waktu saja dan nilainya kecil. Insentif Covid-19 berbeda dengan tukin yang setiap bulan diterima ASN non nakes.

Ketua Komisi IV DPRD Kota Bogor, Karnain merespons kekecewaan para nakes Kota Bogor yang tidak mendapatkan tukin, sehingga memilih pindah ke instansi lain.

Karnain mengatakan, Komisi IV akan memanggil Dinas Kesehatan untuk mengklarifikasi banyaknya nakes Kota Bogor pindah ke instansi lain.

Sebelumnya, Sekretaris Dinkes Kota Bogor, dr Erna Nuraena mengatakan tenaga fungsional, seperti bidan, perawat, kesing, promkes mengajukan pindah ke kelurahan dengan beberapa alasan.

Pertama, ingin promosi menjadi pejabat struktural. Kedua, pangkat/golongan di fungsional sudah maksimal sehingga tidak bisa naik pangkat lagi. Ketiga, pekerjaan di Dinkes atau puskesmas dirasa berat. Keempat, alasan kesehatan. Kelima, ingin mendapatkan penghasilan yang lebih baik.

Diketahui, kasus Covid-19 di Indonesia kembali meningkat pada Januari 2022.

Melansir data Satgas Covid-19, hingga Rabu (26/1) total kasus Covid-19 di Indonesia mencapai 4.301.193 kasus. Dari jumlah itu, sebanyak 4.127.662 dinyatakan sembuh dan 144.254 meninggal dunia.

Kasus positif Covid-19 varian Omicron di Indonesia bertambah 140 kasus pada Rabu (26/1). Total yang terkonfirmasi posifit varian Omicron sebanyak 1.766 kasus. (one/pojoksatu)