Jalin Silaturahmi, LDII Apresiasi BSI Bisa Bantu Umat Berdakwah Lewat Ekonomi Syariah

Ketua DPP LDII Ardhito Bhinadi

POJOKSATU.id, JAKARTA- PT Bank Syariah Indonesia (BSI) dan Dewan Pimpinan Pusat Lembaga Dakwah Islam Indonesia (DPP LDII) menjalin silaturahim dan membahas perihal pembangunan dan pengembangan ekosistem ekonomi syariah.

Dalam kesempatan ini, jajaran direksi BSI diwakili oleh Direktur Sales dan Distribution, Anton Sukarna menyampaikan pentingnya membangun ekosistem ekonomi syariah dalam pertumbuhan ekonomi yang lebih berkelanjutan.

“InsyaAllah pertumbuhan ekonomi akan jauh lebih sustain sehingga dapat melibatkan semua orang untuk terus menggerakan perekonomian yang syariah,” kata Anton dalam keterangannya, Kamis (27/1/2022).

Menurut Anton, ekosistem ekonomi syariah tidak dapat maju apabila di dalamnya tidak terdapat komitmen dan integrasi.


Oleh sebab itu, kata dia berkembangnya ekonomi syariah dapat dimulai dari hal yang terkecil melalui komunitas.

Ia juga mengapresiasi perkembangan program perekonomian syariah yang sudah dilaksanakan LDII mulai dari pembentukan Usaha Bersama (UB) di tingkat Pimpinan Anak Cabang, pembiayaan melalui Baitul Maal wa Tamwil (BMT) hingga E-Commerce syariah Pikub.com.

“Mudah-mudahan Bank Syariah Indonesia dapat menjadi bagian penting dari sistem ekonomi syariah yang telah ditetapkan oleh LDII, sehingga kedepannya semoga dapat diimplementasikan dalam sebuah kerja sama dan akan selalu dievaluasi untuk perkembangan di masa depan,” jelas Anton.

Sementara itu, DPP LDII mendukung penuh upaya BSI mewujudkan ekosistem ekonomi syariah di Indonesia.

Hal itu disampaikan Ketua Umum DPP LDII KH Chriswanto Santoso. Ia mendukung pembangunan ekosistem ekonomi syariah.

Sebab masyarakat Indonesia yang 89 persen beragama Islam sudah seharusnya menerapkan ekonomi syariah, minimal di sektor pembiayaan mikro dan UMKM.

“Sebetulnya pengembangan ekosistem ekonomi syariah di Indonesia adalah kebutuhan bagi kami. Sebagai lembaga dakwah, ekonomi syariah merupakan bagian dari upaya yang harus kami prioritaskan dan sebetulnya inilah pintu yang akan dibuka lebar oleh Bank Syariah Indonesia,” ujarnya.

Chriswanto Santoso optimis LDII mampu berkontribusi dalam menciptakan ekosistem ekonomi syariah.

Sebab sejak kecil warga LDII dididik untuk menerapkan kesalehan pribadi dan kesalehan sosial.

“Dengan menerapkan ekonomi syariah bagi umat Islam, kami berharap kerjasama ini terealisasi sehingga masyarakat kami dapat syar’i alias membersihkan diri secara keseluruhan agar mudah mendapat pertolongan Allah,” ujarnya.

Hal senada juga disampaikan, Ketua DPP LDII Ardhito Bhinadi. Ia menuturkan masyarakat dan warga LDII pada khususnya membutuhkan sebuah ekosistem ekonomi syariah, yang terintegrasi dan terkoordinasi dengan baik sehingga dapat menjawab keluhan masyarakat terkait penerapan ekonomi syariah dalam kehidupannya.

Menurut Ardhito Bhinadi, sebagian warga LDII yang memiliki usaha sudah masuk dalam ekosistem ekonomi syariah. Salah satu dari delapan bidang pengabdian LDII untuk bangsa, pengembangkan ekonomi syariah menjadi sebuah prioritas.

“Hingga saat ini kami belum mempunyai sistem pembayaran yang terintegrasi. Dalam diskusi awal, kami dapat bekerja sama dengan BSI. Kami berharap MoU yang ditandatangani nantinya dapat disosialisasikan bersama mulai dari DPD yang berada di kota dan DPW di Provinsi. Nantinya akan di kembangkan sampai ke PC di tingkat kecamatan dan PAC di tingkat kelurahan,” pungkas Arditho yang didampingi Sekretaris Umum DPP LDII Dody Taufiq Wijaya.

Seperti diketahui dalam kegiatan silaturrahim ini turut hadir Project Manager Funding, Hajj dan Umrah (FHU) BSI, Toni Budi Kartono, Senior Vice President FHU BSI, Vita Andrianty, SVP Commercial Business BSI, Ivan Hartawan dan SVP Digital Business BSI, Wijayanto Wongsodipuro.

(fir/pojoksatu)