Demo Ricuh di Polda Jabar, Polisi Ciduk 725 Anggota Ormas, Sejumlah Fasilitas Umum Rusak

Massa ormas GMBI menggelar aksi demo di depan Mapolda Jabar, Kamis (27/1/2022). Foto: Arief Pratama/PojokSatu.id

POJOKSATU.id, BANDUNG-  Polda Jabar berhasil mengamankan pendemo dari LSM GMBI, yang melakukan aksi demo di depan Mapolda Jabar, Kamis 27 Januari 2022.


Kabid Humas Polda Jabar, Kombes Pol Ibrahim Tompo menjelaskan bahwa saat ini sejumlah pendemo yang diamankan masih diminta keterangan.

“Perlu kami sampaikan, dimana pada tanggal 27 Januari 2022, Polda Jabar melakukan tindakan tegas dan terukur para pengunjuk rasa karena adanya unjuk rasa berlangsung anarkis dan merusak fasilitas umum dan negara

Demo ini karena adanya ketidakpuasan terhadap penanganan kasus pembunuhan yang terjadi di Karawang, pada bulan November 2021 lalu,” jelas Kabid Humas Polda Jabar Kombes Pol Ibrrahim Tompo saat jumpa pers di Mapolda Jabar, Kamis 27 Januari 2022 malam.


Dirinya menambahkan, untuk kasus di Karawang saat ini sudah ditangani serta dikirim berkasnya ke JPU.

“Jadi sudah tahap kedua pengiriman Tersangka dan barang bukti sudah dikirim,” paparnya.

Sejumlah senjata yang diamankan dari pendemo di Polda Jabar

 

Ditegaskan, bahwa Polda serius menangani kasus tersebut dan kasus kasus lainnya secara hati hati dan profesional.

“Maksudnya di sini Polda bekerja bukan karena adanya tekanan dari seseorang mau pun kelompok ormas” katanya.

Lebih lanjut, apabila dalam penegakan hukum tidak boleh ada intervensi sehingga tindakan yang dilakukan polri ini adalah untuk menjaga kewibawaan kepolisian republik Indonesia sebagai institusi negara.

Terkait aksi demo di depan Mapolda Jabar, menurutnya ada kerusakan fasilitas umum.

“Adapun kerusakan yang terjadi di Polda Jabar kurnag lebih seperti gerbang pintu, kemudian kolong baja, 64 kepala pagar yang patah, 3 pagar patah, 5 lampu taman yang rusak, 1 rambu dilarang parkir, 1 tiang tralis, penyangga dudukan, taman depan Polda juga rusak, pada saat kejadian terjadi lempar lemparan berupa batu kepada petugas,” jelasnya.

Saat ini sebagian diantaranya telah dilakukan pengecekan, data kendaraan ditemukan 76 yang memiliki data kendaraan yang tidak sesuai.

“Dari pengunjuk rasa, juga dilakukan pemeriksaan narkoba, ditemukan 16 yang positif narkoba. Situasi saat ini cukup terkendali dan sudah kembali aman,” jelasnya.

Kabid menegaskan, guna mengantisipasi situasi Kamtibmas, telah diinstruksikan kepada seluruh jajaran dan kewilayahan untuk dilakukan razia pemantauan terhadap aktivitas ormas GMBI di wilayah nya masing-masing.

“Hal ini dilakukan agar tidak menimbulkan permasalahan Kamtibmas di masyarakat. Polda Jabar juga melakukan pencarian aktor intelektual yang menginisiasi kegiatan ini serta memprovokasi timbulnya tindakan anarkis dari pengunjuk rasa tersebut,” jelasnya.

Tompo berharap, kepada masyarakat untuk tidak terprovokasi.

“Maka dari itu kami meminta kepada masyarakat untuk tidak terprovokasi dengan isu dan situasi yang ada saat ini,” pungkasnya.

(rif/pojoksatu)