Pelapor Edy Mulyadi Tambah Banyak, Kali Ini dari Grobogan, Ini Se-Jateng Melaporkan

Edy Mulyadi dan Azam Khan

POJOKSATU.id, JAKARTA— Pelapor Edy Mulyadi tambah banyak soal dugaan ujaran kebencian kepada Prabowo Subianto dalam hal ini tuduhan ‘macan yang mengeong’. Kali ini pelapor dari Grobogan Jateng.


Pernyataan Edy Mulyadi ‘macan yang mengeong’ dianggap merendahkan Ketua Umum Partai Gerindra, Prabowo Subianto.

Kader Gerindra di berbagai daerah mengaku meradang atas tuduhan Edy Mulyadi ini.

Setelah DPC Gerindra Kota Semarang yang melapor polisi, kini giliran DPC Gerindra Grobogan yang melaporkan Edy Mulyadi ke polisi.


Gerindra Grobogan melaporkan Edy Mulyadi ke Polres Grobogan, Rabu (26/1).

Sekretaris DPC Gerindra Grobogan, Supardi, dan rombongan mendatangi SPKT Polres Grobogan sekitar pukul 11.00 WIB.

Supardi menjelaskan, laporan itu terkait ucapan Edy Mulyadi di akun YouTube Bang Edy Channel pada 18 Januari 2022 pukul 23.42 WIB.

Menurut Supardi, apa yang dikatakan Edy dalam videonya itu merupakan ujaran kebencian kepada Ketum Gerindra.

“Pokok laporannya ujaran kebencian terhadap Ketum Gerindra Prabowo Subianto. Ini se-Jateng melaporkan,” jelas Supardi yang mewakili Ketua DPC Gerindra Grobogan Sugeng Prasetyo.

“Bisa hari ini, bisa besok. Kebetulan Pak Ketua DPC (Gerindra Grobogan, red) ada kegiatan yang mendesak dan tidak bisa diwakilkan,” katanya lagi.

Supardi pun menunjukkan bukti pelaporannya kepada awak media. Laporan itu diterima oleh Kanit 1 SPKT, Aiptu Nur Katamso.

Selanjutnya, Supardi dan rombongan menuju gedung Satreskrim Polres Grobogan untuk memberikan keterangan lebih lanjut.

Berita sebelumnya, dalam salah satu video di akun Youtube Bang Edy Channel, Edy Mulyadi menyebut Prabowo Subianto yang menjabat sebagai Menteri Pertahanan sebagai ‘macan yang mengeong’.

Saat itu Edy membahas pemindahan Ibukota Negara dari Jakarta ke Kalimantan dalam videonya itu.

“Masa Menteri Pertahanan kayak begini saja enggak ngerti sih? Jenderal bintang tiga. Macan yang jadi kayak mengeong. Enggak ngerti begini aja. Ini sih bicara soal kedaulatan negara, Bos,” ujar Edy Mulyadi.(ral/rmol/pojoksatu)