Nasib Edy Mulyadi Ditentukan Jumat Besok, Mabes Polri Sudah Bilang Begini, Siap-siap Aja

Karo Penmas Divisi Humas Polri, Brigjen Pol Ahmad Ramadhan

POJOKSATU.id, JAKARTA- Mabes Polri telah memeriksa sejumlah saksi kasus ujaran kebencian yang dilakukan Edy Mulyadi. Hingga hari total saksi yang diperiksa 15 orang dan 5 saksi ahli.


Dari hasil pemeriksaan para saksi tersebut, penyidik menaikkan kasus ujaran tersebut dari penyelidikan menjadi penyidikan.

“Kita telah memeriksa15 saksi dan 5 saksi ahli. Dilaksanakan gelar perkara oleh penyidik (bareskrim) statusnya ditingkatkan dari penyelidikan menjadi penyidikan,” kata Karopemmas Divhumas Polri, Brigjen Ahmad Ramadhan di Mabes Polri, Jakarta Selatan, Rabu (26/1/2022).

Brigjen Ramadhan menuturkan, kasus ujaran kebencian terhadap masyarakat Kalimantan Timur sudah ditarik ke Bareskrim Polri.


Dengan begitu, kasus Edy Mulyadi itu sudah ditangani Bareskrim Polri.

“Serta penarikan laporan dari Polda Kaltim dan Polda Sulawesi Utara (ke Bareskrim Polri),” ujarnya.

Tak hanya itu, kata Jendral bintang satu ini, pihaknya telah mengirimkan surat pemberitahuan dumulainya penyidikan (SPDP) ke Kejaksaan Agung serta dibuatnya surat pemanggilan pemeriksaan terhadap Edy.

“Hari ini juga telah dilakukan pengiriman surat pemberitahuan dimulainya penyidikan (SPDP) ke Kejaksaan Agung,” ujarnya.

“Dan juga dibuat surat pemanggilan kepada saudara EEM (Edy Mulyadi) sebagai saksi, pemeriksaan Hari Jumat 28 Januari 2022,” tuturnya.

Sebelumnya, Edy Mulyadi sudah dilaporkan ke Polda Sulawesi Utara (Sulut) terkait dugaan ujaran kebencian.

Yang dilaporkan adalah pernyataan Edy Mulyadi yang menyinggung Menteri Pertahanan sekaligus Ketua Umum Partai Gerindra, Prabowo Subianto.

Dalam pernyataannya, Edy menyebut bahwa Prabowo Subianto sebagai macan yang mengeong.

Sementara di Kalimantan Timur, Edy Mulyadi juga dilaporkan ke Polresta Samarinda.

Itu terkait pernyataannya yang menyebut lokasi Ibu Kota Negara (IKN) baru sebagai tempat jin buang bayi, genderuwo, kuntilanak dan monyet.

Laporan itu dilayangkan Forum Pemuda Lintas Agama Kalimantan Timur pada Minggu (23/1/2022).

Kata-kata Edy Mulyadi itu dianggap sangat menyakitkan masyarakat Penajam Paser Utara dan Kalimantan.

“Kami berharap pihak berwajib dapat segera memproses laporan kami, dan (Edy Mulyadi) meminta maaf kepada masyarakat Kalimantan,” kata perwakilan pelapor, Daniel A Sitohang.

Namun, Edy Mulyadi juga sudah meminta maaf atas ucapannya terkait pernyataan Kalimantan sebagai tempat jin membuang anak. Sebab, ia mengaku pernyataan itu sebetulnya untuk menggambarkan lokasi yang jauh.

Permintaan maaf itu disampaikan oleh Edy melalui akun YouTubenya, BANG EDY CHANNEL.

“Tapi temen-temen saya nggak tahu dengan motif apa segala macam ada yang berusaha memainkan isu ini, tapi meski demikian saya ingin sampaikan bahwa saya minta maaf itu benar-benar bukan masalah, saya akan minta maaf, itu mau dianggap salah atau tidak salah saya minta maaf,” ujarnya.

(fir/pojoksatu)