Komjen Boy Ungkap Penyebab FPI Dibubarkan, Wasekjen PA 212 Malah Membenarkan dan Beri Sindiran Telak

Komjen Boy Rafli Amar (ist)

POJOKSATU.id, JAKARTA— Kepala BNPT Komjen Boy Rafli Amar di gedung DPR mengungkap penyebab FPI dibubarkan akhir 2020 lalu. Wasekjen PA 212 malah membenarkan alasan ini. Berikut penjelasannya.


Wasekjen Persaudaraan Alumni (PA) 212 Novel Bamukmin menanggapi pernyataan Kepala BNPT Komjen Boy Rafli Amar soal pembubaran FPI pada akhir 2020 lalu.

Wasekjen PA 212 Novel Bamukmin membenarkan pernyataan Komjen Boy di gedung DPR.

Diketahui, Kepala BNPT Komjen Boy Rafli Amar di rapat kerja dengan Komisi III DPR RI, Selasa (25/1), menyatakan pemerintah membubarkan Front Pembela Islam (FPI) lantaran keberadaan FPI lebih banyak mendatangkan mudarat ketimbang manfaatnya.


Komjen Pol Boy Rafli Amar mengungkapkan alasan pemerintah membubarkan FPI pada akhir 2020 lalu.

Komjen Boy nenyebutkan keputusan pemerintah membubarkan organisasi tersebut murni karena alasan faktual.

Dimana sejumlah rekam jejak FPI yang terkait dengan kegiatan terorisme seperti ISIS.

Menanggapi pendapat Komjen Boy ini, Wasekjen PA 212 malah membenarkan dan sekaligus memberikan sindiran tajam.

“Benar apa yang dikatakan kepala BNPT itu. FPI sangat banyak mudarat buat PKI, penjajah asing dan aseng, politik oligarki dan para penjilatnya,” kata Novel Bamukmin, Rabu (26/1).

Wasekjen PA 212 ini menyebutkan FPI banyak memberikan mudarat bagi para kelompok penista agama, penyakit masyarakat lainnya, koruptor, penghianat pancasila, pengkhianat agama dan negara, serta pelaku kriminalisasi ulama.

“Untuk segala kemaksiatan dan kemungkaran yang berada di Indonesia, jelas keberadaannya FPI jadi mudarat,” kata Novel Bamukmin.

Novel menjelaskan FPI juga sangat memberikan manfaat bagi masyarakat yang antikorupsi dan menjaga Indonesia dari kemungkaran.

“FPI memberikan manfaat bagi yang menegakkan hukum secara adil, menjaga agama dan ulama yang istiqomah,” jelasnya.

Dia juga menyatakan masyarakat Indonesia sudah merasakan manfaat FPI terutama dalam aksi kemanusiaan.

“Merasakan aksi kemanusiaan dalam penanganan bencana dari tsunami Aceh yang mendapat penghargaan dari WHO, bakti husada di Semeru, juga manfaat bagi yang menolak RUU HIP,” ungkapnya.

Eks Pentolan FPI itu menegaskan serangkaian aksi bela Islam telah menunjukkan ormas keagamaan yang dipimpin oleh Habib Rizieq Shihab itu menjadi daya tarik jutaan orang untuk hadir.

“Salah satu magnet yang terbesar adalah FPI dan imam besar FPI Habib Rizieq Shihab yang dinobatkan oleh sebagian besar umat Islam Indonesia menjadi imam besar umat Islam,” jelasnya.

“Posisi inilah adalah posisi paling tertinggi di dunia mengalahkan presiden mana pun, apalagi Presiden Indonesia,” pungkasnya.

Diketahui, Kepala Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) Komjen Pol Boy Rafli Amar mengungkapkan alasan pemerintah membubarkan FPI pada akhir 2020 lalu.

Komjen Boy nenyebutkan keputusan pemerintah membubarkan organisasi tersebut murni karena alasan faktual.

Dia mencatat sejumlah rekam jejak FPI yang terkait dengan kegiatan terorisme seperti ISIS.

“Ada gambar-gambar, rekaman video, seolah-olah sedang persiapan berlatih atau melakukan tindakan-tindakan sebagaimana video-video yang beredar terkait aktivitas entitas ISIS,” kata Komjen Boy dalam rapat dengan Komisi III DPR, Selasa (25/1).

Komjen Boy menyebut pemerintah akhirnya menyimpulkan keberadaan FPI lebih banyak mudarat daripada manfaatnya.

“Atas dasar pengamatan, pencermatan, dokumentasi, video-video, ucapan yang dilakukan oleh pimpinan- pimpinan FPI, pemerintah melihat bahwa FPI banyak mudaratnya ketimbang memberikan manfaat kepada masyarakat,” kata Komjen Boy Rafli Amar. (jpnn/pojoksatu)