Eks FPI Munarman Sudah Sidang di Pengadilan, Komjen Boy Malah Bilang Proses Penyidikan Masih Jalan

Munarman ditangkap Densus 88 Antiteror
Munarman ditangkap Densus 88 Antiteror

POOKSATU.id, JAKARTA — Kepala BNPT Komjen Boy Rafli Amar menyebut proses penyidikan masih berjalan kepada eks Sekjen FPI Munarman. Padahal Munarman sudah disidang di pengadilan.


Kepala Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) Komjen Boy Rafli Amar juga membantah Wakil Ketua Komisi III DPR RI Desmond Mahesa yang menduga penangkapan Munarman gegara menjadi pengurus FPI.

Komjen Boy menyebut penangkapan Munarman murni karena dugaan berbaiat dengan organisasi ISIS.


“Kalau kaitan dengan Munarman, kami lihat dalam kapasitas Munarman sebagai pribadi, bukan sebagai anggota organisasi,” kata Boy saat rapat kerja bersama Komisi III DPR RI di gedung DPR/MPR, Selasa (25/1/2022).

Boy mengatakan, Munarman, yang kebetulan pengurus FPI, beberapa kali terlibat dalam kegiatan-kegiatan yang sifatnya baiat terhadap organisasi terorisme.

Menurutnya, Munarman mendukung kegiatan-kegiatan yang dianggap mendukung organisasi teroris.

“Keterlibatan dalam organisasi adalah tidak lepas dari keberadaan Munarman dalam kegiatan-kegiatan yang diselenggarakan bersama dengan katakanlah tokoh-tokoh organisasi FPI di daerah yang campur aduk dengan lainnya,” kata Komjen Boy.

“Untuk melakukan kegiatan-kegiatan yang sifatnya ‘baiat’ untuk mendukung kegiatan-kegiatan organisasi yang dikategorikan sebagai organisasi teroris,” ujar Komjen Boy Rafli Amar lagi.

Atas tindakan itulah Boy menyebut terbentuk benang merah tindakan dukungan terhadap terorisme yang dilakukan Munarman.

Meski begitu, Boy masih berpegang terhadap praduga tidak bersalah lantaran saat ini penyidikan dan persidangan berkaitan dengan kejahatan terorisme terhadap Munarman masih berlangsung.

“Jadi di situ ada benang merah yang dianggap memberikan support dukungan,” katanya.

“ Ini proses penyidikan masih berjalan, tentu kita kedepankan asas praduga tidak bersalah. Dan kita lihat di pengadilan apa dan sejauh mana keterlibatan Munarman dalam aksi kejahatan terorisme,” ujarnya.

Sebelumnya, Desmond J Mahesa sempat bertanya kepada BNPT soal mantan Sekjen FPI yang kini jadi terdakwa kasus terorisme, Munarman.

Politisi Gerindra ini bertanya perihal alasan sehingga Munarman terjerat kasus terorisme.

“Ada catatan yang luar biasa sekali. Teman saya di LBH sekian tahun,” katanya. (ral/rmol/pojoksatu)