Provokator Penyebab Tewasnya Pengemudi Rush Diteriaki Maling di Pulo Gadung Ditangkap, Total 14 Orang Diamankan

Video viral pengejaran pengemudi SUV diteriaki maling di Pulo Gadung, Jakarta Timur

POJOKSATU.id, JAKARTA— Sebanyak 14 orang diamankan polisi usai pengemudi Toyota Rush berinisial HM tewas dikeroyok massa di Pulo Gadung, Jakarta Timur. Satu pria berinisial R jadi tersangka.


Paska tindakan pengeroyokan di Pulogadung Jaktim yang membuat seorang lansia bernama Wiyanto Halim (HM) meninggal dunia, polisi sudah mengamankan 14 pelaku hingga Senin malam (24/1).

Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Endra Zulpan menjelaskan saat ini seseorang yang diduga prpvokator sedang menjalani pemeriksaan sebagai saksi.

“14 orang kami amankan, semuanya sudah di Polres. Provokatornya statusnya masih saksi dan masih diperiksa,” jelas Kombes Zulpan, Senin (24/1).


“Dia (provokator) mengakui dia meneriaki maling,” katanya lagi.

Dari 14 orang yang diamankan, polisi menyebut salah satu pelaku telah ditetapkan sebagai tersangka.

“Polres Metro Jakarta Timur sudah menetapkan satu orang sebagai tersangka dengan insial R,” kata Kombes Zulpan.

Wiyanto Halim yang sudah berusia 86 tahun ini meninggal dunia usai diamuk massa di kawasan Pulogadung, Jakarta Timur, Minggu dini hari (23/1) sekitar pukul 02.00 WIB.

Wiyanto Halim yang mengendarai minibus Toyota Rush berwarna abu-abu dikejar massa karena adanya kesalahpahaman.

Sementara itu, Bryna yang merupakan anak kakek 86 tahun yang dikeroyok di Pulo Gadung, Jakarta Timur tidak terima ayahnya dikeroyok hingga tewas dengan cara mengenaskan.

“Sebagai anak saya tidak terima bapak meninggal dengan cara seperti ini,” kata Bryna kepada wartawan, Senin (24/1/2021).

Ia menegaskan, akan meminta bantuan kepada polisi untuk memburu para pelaku.

“Kami akan terus berusaha dengan cara meminta bantuan kepada polisi untuk menangkap pelaku pengeroyokan,” ujarnya.

Bryna menyebutkan, pengeroyokan ayahnya bukan pengeroyokan biasa.

Ia menduga ayah dibunuh secara berencana dengan melaui setingan pengeroyokan.

“Ini bukan pengeroyokan biasa. Saya yakin bapak di bunuh secara berencana, kami keluarga korban berharap bisa mengungkapkan pemeran utama dari pengeroyokan ini,” ungkapnya. (ral/int/pojoksatu)